Bahagia Bersama Corona, Pasti Bisa!

Awal tahun 2020 ini, Indonesia bahkan dunia langsung kelabu. Semua dikejutkan dengan wabah virus Corona, di mana kasus pertamanya dilaporkan meledak di kota Wuhan, provinsi Hubei, China. Sepert yang dilansir dari laman resmi World Health Organisation (WHO), pada tanggal 13 Januari 2020 ditemukan kasus pertama di luar China. Virus yang awalnya dikenal dengan nama Pneumonia Wuhan ini pun menyebar dengan sangat cepat.

Penulis:
Tiara Rizki Melala Toa

Corona, yang kemudian populer dengan nama COVID-19, bukan hanya menelan korban nyawa tetapi juga menimbulkan derita psikologis. Selain membuat banyak orang meninggal dunia, orang-orang yang masih hidup tidak sedikit yang mengalami stres. Apalagi pola hidup keseharian yang biasa kita lakukan berubah drastis bahkan dramatis. Pekerjaan yang biasa di kantor menjadi Work from Home, kuliah yang biasanya dilakukan di kelas jadi daring. Belum lagi para pekerja seperti guru privat, ojek online, tukang urut dan lain-lain yang menggantungkan hidupnya pada interaksi sosial, nasib mereka pun berubah menjadi kabur.

Mungkin akan terasa membosankan jika harus di dalam rumah setiap hari. Namun, berlama-lama dalam rasa bosan juga bukanlah hal yang baik. Kita harus tetap menjaga kesehatan mental selain menjaga kesehatan fisik. Kita harus berusaha agar bisa bahagia walau dalam kondisi wabah Corona.

Kenapa kita harus tetap merasa bahagia?

Dr. Shigeo Haruyama dalam bukunya yang berjudul The Miracle of Endorphine mengatakan, bahwa bahagia memiliki banyak keajaiban. Salah satunya adalah dapat memproduksi hormon beta-endorfin yang berkhasiat menguatkan sistem imun dalam tubuh, sehingga membuat tubuh kita memiliki sel-sel pertahanan yang kuat dan dapat melawan penyakit yang berasal dari bakteri dan virus.

Jadi, untuk tetap berada dalam kondisi sehat, dan agar selamat dari terpapar Corona, maka kita harus tetap bahagia. Sungguh ajaib, karena bahagia itu menyehatkan tubuh dan bisa mengurangi resiko terinfeksi bakteri maupun virus.

Terkadang, rasanya seperti mimpi ketika bangun tidur kemudian tidak segera bergegas bersiap-siap untuk pergi sekolah ataupun bekerja, melainkan harus menjalani hari di depan layar, belajar daring, atau rapat online. Ini masih lumayan, karena ada yang lebih parah mengisi hari-hari yang panjang di rumah dalam kondisi kebingungan. selain itu kita harus membiasakan diri melakukan berbagai pencegahan supaya dapat menangkal paparan virus; dengan cara rajin mencuci tangan, mengurangi aktivitas di tempat umum, dan juga mengkonsumsi makanan bergizi.

Mau tidak mau kita harus beradaptasi dengan keadaan saat ini dan mencoba mencari hal-hal positif yang hadir bersama COVID-19. Seperti yang disampaikan di atas, bahwa bahagia dapat menguatkan sistem imunitas atau daya tahan tubuh. Maka menjaga kesehatan mental agar tetap bahagia sangatlah penting. Rasanya tentu benar-benar menantang ketika kita sebagai makhluk sosial yang membutuhkan banyak interaksi tiba-tiba harus membatasinya.

Kini, muncul istilah menarik berdamai dengan Corona. Karena tentunya, terus-menerus hidup dalam ketakutan tidaklah baik. Rasa takut berlebihan itulah yang merusak kebahagiaan hidup, yang berdampak menurunkan daya tahan tubuh dan mempermudah terpapar virus. Corona memang belum usai, tetapi kita tidak mungkin terus dihinggapi kecemasan. Namun jangan khawatir, kebahagiaan di tengah wabah pasti bisa kita dapatkan.

Pada buku Meraih Kebahagiaan, Jalaluddin Rakhmat menuliskan, karena penderitaanatau lupe, bersifat subjektif, musibah tidak selalu menimbulkan penderitaan. Kehilangan kaki jelas musibah yang lebih besar dari kehilangan sandal. Tetapi bisa jadi orang yang kehilangan kakinya tidak mengalami penderitaan seperti orang yang kehilangan sandal.

Ini apa maksudnya, ya?

Perasaan menderita atau bahagia itu adalah pilihan diri kita masing-masing. Ada orang yang masih bersyukur, karena yang hilang kaki. Kalau yang hilang kepala maka dirinya tidak hidup lagi. Tetapi bagi yang tidak pandai bersyukur, kehilangan sandal saja membuatnya menderita, atau tidak bahagia. Penderitaannya melebihi orang yang kakinya buntung saja.

Maka, ada atau tidak adanya Corona, tohkita bisa meraih bahagia. Karena kebahagiaan itu keputusan dari dalam diri kita sendiri, bukan berkaitan dengan keadaan. Marilah kita membuka mata melihat hal-hal positif yang masih bisa disyukuri, agar kita bahagia.     Kita tidak perlu takut kepada Corona, karena yang diperlukan adalah kehati-hatian. Wabah Corona telah menimbulkan banyak kerugian; hancurnya ekonomi, terganggunya pendidikan, berjatuhannya korban nyawa dan lain-lainnya. Jangan sampai Corona merenggut kebahagiaan di hati kita. Karena kita ini hidup untuk bahagia. (Aini)

12 tanggapan untuk “Bahagia Bersama Corona, Pasti Bisa!

  • 16 Juni 2020 pada 4:36 pm
    Permalink

    Dari segi judul menarik sekali, tapi menurut saya dari pemilihan kata atau bahasanya mungkin kurang tepat seprti tukang urut misalnya knpa tidak di ganti dengan “pedagang kaki lima” lalu distu ada kata buntung yang menurt saya kurang pas knpa tidak “orang yang tidak mempunyai kaki” maaf sekedar saran saja

    • 17 Juni 2020 pada 4:22 pm
      Permalink

      oke ka, stay tune ya

  • 16 Juni 2020 pada 4:39 pm
    Permalink

    thank u 4 sharing

  • 16 Juni 2020 pada 4:43 pm
    Permalink

    Dari segi judul menarik sekali, tapi menurut saya dari pemilihan kata atau bahasanya mungkin kurang tepat seprti tukang urut misalnya knpa tidak di ganti dengan “pedagang kaki lima” lalu distu ada kata buntung yang memet saya kurang pas knpa tidak “orang yang tidak mempunyai kaki” maaf sekedar saran saja

  • 16 Juni 2020 pada 4:46 pm
    Permalink

    Dari segi judul menarik sekali, tapi menurut saya dari pemilihan kata atau bahasanya mungkin kurang tepat seprti tukang urut misalnya knpa tidak di ganti dengan “pedagang kaki lima” lalu distu ada kata buntung yang memet saya kurang pas knpa tidak “orang yang tidak mempunyai kaki” maaf sekedar saran saja

  • 16 Juni 2020 pada 4:48 pm
    Permalink

    Nice Tiara,, kaka tunggu yg keren-keren lagi yaaa 😉

    • 18 Juni 2020 pada 4:11 pm
      Permalink

      thank u, stay tune ya ka, setiap hari ada yg baru dan seru 😉

  • 16 Juni 2020 pada 5:26 pm
    Permalink

    nice ka tiaraaa, yang selalu bilang jangan lupa bahagia <3<3

    • 18 Juni 2020 pada 4:17 pm
      Permalink

      hehe,, jgn lupa bahagiaaa, jgn ketinggalan yg seru-seru di panalogi yaa

  • 17 Juni 2020 pada 7:17 am
    Permalink

    Menarik sekali pembahasannya
    Semangattt ka

    • 18 Juni 2020 pada 4:28 pm
      Permalink

      makasihh semangatnya…
      jgn lupa subscribe yaa

  • 9 Juli 2020 pada 4:12 pm
    Permalink

    Setuju, rasa syukur bisa membuat kita merasa bahagia selalu

    Semangat terus yah nulisnya~

Komentar ditutup.