Hilangnya Kepercayaan Terhadap Dunia Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan. Semua profesi yang ada, seluruhnya dikarenakan adanya pendidikan. Ada presiden, profesor, manager, guru, dokter, dan lain-lain, semuanya ada karena adanya pendidikan. Tidaklah semua profesi tersebut dapat dicapai tanpa sebelumnya harus melewati jenjang pendidikan.

Rahmida Reski Majid

Dalam buku yang berjudul Pengantar Pendidikan dan Pembelajaran, yang ditulis oleh Muhammad Fahmi Nugraha, dkk., dikatakan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang memunculkan pendewasaan, atau biasa dikatakan bahwa dengan pendidikan yang pada umumnya kita mendapat bimbingan yang biasanya diberikan oleh orang dewasa untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. 

Dalam proses pendikan ini, juga merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan, yang diperoleh dari hasil interaksi atau pada umumnya dalam proses berpendidikan.

Jadi, dapat kita pahami bahwa dari proses pendidikan akan kita dapatkan sesuatu yang sebelumnya kita tidak mengetahui, menjadi kita dapat kita mengetahuinya. 

Walaupun pada umumnya tidak semua yang dicapai dalam kehidupan itu harus didapatkan dalam bangku pendidikan. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa proses mencapai pendidikan juga penting, dan tentunya ada kelebihan-kelebihan tersendiri yang diperoleh darinya.

Dalam bidang pendidikan ada beberapa jenis, ada pendidikan formal seperti SD, SMP, SMA, dan juga ada pendidikan nonformal, dan juga ada pendidikan informal. Semuanya tentu membawa kebaikan masing-masing. 

Jika dalam pendidikan formal tidak maksimal kita dapatkan, maka kita bisa mendapatnya melalui pendidikan-pendidikan non formal dan informal.

Dalam buku yang berjudul Ideologi-Ideologi Pendidikan karya Williaam F. O’neill diterangkan, pendidikan adalah metode yang fundamental bagi kemajuan dan pembaharuan sosial. 

Pendidikan juga hadir sebagai sebuah pengaturan proses ke arah berbagai kesadaran sosial, dan penyesuaian kegiatan individu berdasarkan kesadaran sosialnya itu menjadi salah satu metode yang pasti untuk rekontruksi sosial yang ada.

Jadi, dapat kita pahami bahwa memang pendidikan hadir sebagai salah satu solusi, dengan adanya perkembangan kehidupan dengan berbagai metode untuk kemajuan dan juga bergerak dalam pembaharuan sosial. 

Pendidikan juga dijadikan sebagai proses yang perlu dijalani untuk menuju penyesuaian kesadaran terhadap kondisi yang ada. Termasuk soal kondisi sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Selanjutnya merespons soal kondisi sosial, bahwasanya di masa sekarang ini di mana tidak dapat kita pungkiri seluruh lini kehidupan sedang terdampak pandemi Covid-19. Akibatnya, semua aktivitas dan kebiasaaan sebelumnya berubah. Demi merespons itu tentu banyak perubahan pola kehidupan yang mau tidak mau harus kita jalani.

Oleh karenanya, tidak bisa kita hindari soal perubahan-perubahan yang terjadi. Sebut saja pada bidang pendidikan, selama masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita untuk belajar online

Dengan tidak ada lagi kegiatan belajar tatap muka, menyebabkan semua lingkup harus mampu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang terjadi, yang tanpa kita sadari sebelumnya.

Ada banyak cara yang kemudian dijadikan sebagai alternatif untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mengisi kekosongan. Yaitu, dengan melakukan hal-hal yang nantinya akan mendatangkan manfaat, baik untuk yang sifatnya jangka pendek maupun jangka panjang, tanpa harus melalui proses pendidikan formal sebelumnya. 

Melihat dari kondisi tersebut menyebabkan semua harus membangun inovasi untuk pemulihan kondisi, baik sosial maupun ekonomi. Tidak jarang dari sekelompok masyarakat yang di masa pandemi ini menemukan begitu banyak cara yang dilakukan, untuk menutupi kemungkinan-kemungkinan hal yang tidak diharapkan. 

Contohnya saja dalam bidang ekonomi, kebanyakan masyarakat itu kembali aktif dalam berdagang untuk pemulihan ekonominya. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi kondisi seperti itu.  

Sehingga banyak yang kemudian telah merasa nyaman dalam melakukan proses dagang tersebut. Tidak jarang ada yang beranggapan bahwa dengan berdagang saja mereka bisa hidup dan mengembangkan kehidupannya.

Dengan kondisi terlanjur, maka tidak heran jika misalnya kita temukan dalam masyarakat muncul perkataan, “Tidak perlu terlalu tinggi dalam berpendidikan. Karena buktinya dengan berdagang seperti ini kita bisa memperoleh pengalaman. Dan terlebih pendapatan yang tidak kalah banyaknya dengan pendapatan golongan-golongan yang telah melalui dunia pendidikan.” 

Hal tersebut sebenarnya menjadi permasalahan pokok yang perlu dibahas. Bahwasanya dengan adanya peluang untuk melakukan hal-hal yang dimaksudkan di atas, makanya pendidikan  itu sudah tidak dianggap lagi.

Tetapi terlepas dari itu perlu juga kita tanamkan dalam diri bahwa sekelas berdagang saja ataupun kegiatan-kegiatan lainnya pasti membutuhkan ilmu, sesuai yang diperoleh dalam dunia pendidikan. 

Tidak bisa dinafikan lagi bahwasanya semua tindakan yang dilakukan untuk pengembangan perekonomian dalam kehidupan itu membutuhkan ilmu. Seperti halnya ilmu manajemen, bagaimana mengatur jalannya usaha, kinerja keuangan dan lainnya. Semua itu dibutuhkan ilmu. 

Maka yakinlah dan percayalah, jika orang yang memang pada dasarnya memiliki dasar ilmu pendidikan terkait dengan bidangnya, maka akan dengan mudah untuk mengatur dan menetralisir serta menghindari risiko-risiko yang akan hadir dalam kehidupan. (Nuur)