Melihat Atau Menciptakan Tren?

Dalam sektor industri makanan dan minuman juga tidak kalah hebatnya dalam hal tren bisnis. Terlebih, kuliner mudah sekali berubah-ubah dan berganti inovasi atau kreasinya. Sehingga kuliner memang termasuk yang amat pesat perubahannya.  

Penulis :
Ishamuddin Zulfi

Oleh sebab itu, dalam industri makanan dan minuman, strategi paling cocok ialah selalu adanya terobosan baru di setiap waktunya. Dengan begitu kita bisa menawarkan pelanggan dengan menu-menu baru. Kita malah tidak menunggu tren, tetapi menciptakannya.

Terlebih dalam soal industri makanan dan minuman yang mempengaruhinya adalah soal rasa, harga dan cara penyajian. Inilah yang bisa membuat produk yang kita tawarkan menarik perhatian orang untuk memesan kembali.

Di dunia bisnis ini, setiap orang yang berkiprah bidang kuliner dipaksa untuk terus mengikuti tren dan memberi terobosan yang menarik dalam usahanya.

Apalagi tren bisnis kuliner mudah sekali diikuti. Ketika suatu makanan atau minuman sedang digemari maka akan muncul pesaing lain yang menawarkan sedikit perbedaan atau bahkan sama persis. Seperti, tren bisnis kuliner yang sempat ramai ialah es Boba Tea, es kopi susu, ayam geprek, dan martabak hingga odading.

Tren es kopi susu dan es Boba Tea ketika awal muncul menjadi tren bisnis hampir berbarengan dan memiliki konsumen yang berbeda. Menariknya, banyak pihak yang mengikuti tren ini.

Siapa sangka, walaupun sekarang tidak seramai dahulu, akan tetapi tetap terus bermunculan bisnis sejenis, dengan perbedaan yang ditampilkan pada menu dan juga persaingan harga.

Dan untuk tren ayam geprek, karena ayam makanan keseharian orang Indonesia, wajar jika pertumbuhan tren bisnis ini stabil. Karena permintaan dan penawaran berjalan secara beriringan. Hal yang membedakan pebisnis satu sama lainnya ialah hanya soal rasa dan harga.

Jika dirasa suatu merk mempunyai ciri khasnya tersendiri, itu akan membuat merk tersebut mudah diminati dan dikenal karena kekhasannya.

Ketika semua orang yang mengikuti tren bisnis yang ada, dia akan mudah beradaptasi terhadap situasi yang di sekitarnya. Begitulah pentingnya peka terhadap peluang yang bisa diambil dan langsung melakukannya.

Kunci ketika kita ingin melihat tren bisnis yang sedang terjadi, mulailah dari sekitar tempat tinggal kita terlebih dahulu. Lihatlah apa yang bisa kita tawarkan kepada pelanggan.  

Kita bisa meriset melalui media sosial, bisa juga dengan membuka google tren atau sejenisnya. Dari sana kita bisa melihat apa saja yang bisa diambil peluang yang sedang banyak diminati.

Akan tetapi sebagian orang banyak terkendala dengan bagaimana cara mengeksekusi sebuah peluang tren tersebut. Karena berbisnis perlu waktu jika kita ingin handal di suatu bidang bisnis.

Seperti yang diterangkan buku Trends and Challenges in Digital Business Innovation  yang ditulis oleh Vincenzo Morabito menyebutkan, tren digital telah kami pertimbangkan dari tantangan bisnis data besar sebagai komponen inti dari infrastruktur informasi, di mana masyarakat sedang membangun lingkungan terbuka sendiri.

Akan tetapi bagi orang yang ingin berbisnis mempunyai sebuah perusahaan yang besar tidak cocok untuk mengikuti tren bisnis yang berubah-ubah, bedanya hanya perlu dengan inovasi merk tersebut. Inilah yang dilakukan para merk-merk besar yang ada di seluruh dunia, mereka fokus terhadap merk mereka sendiri untuk dikembangkan.

Antara dua pilihan ini bergantung kepada keputusan masing-masing. Boleh saja mengikuti tren yang ada, itu artinya Anda punya peluang dalam berbisnis. Tetapi kalau berhasil membuat tren lalu diikuti banyak orang, maka Anda sungguh hebat. Inspiratif! (RN)