Beautiful Mind, Akhlak Fine

Kehidupan manusia tidak akan terlepas dari anugerah dari Sang Pencipta. Di antara makhluk-Nya, manusia menjadi yang paling sempurna penciptaannya, baik fisik ataupun rohaninya. 

Ahmad Musodik

Manusia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lainnya. Ya, itu adalah akal pikirannya. Tidak semua makhluk Allah memiliki akal pikiran, yang menjadikannya lebih mulia dan sempurna dalam hidupnya. 

Mbah Lul dalam bukunya yang berjudul Agama Manusia dan Tuhan Dalam Perspektif AL-Qur’an menyebutkan, tidak diragukan lagi akan kesempurnaan yang dimiliki manusia, yang mana telah termaktub dalam Al-Qur’an surat At-Tiin ayat 4 yang artinya, “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” 

Pikiran akan membawa manusia pada keadaan yang baik atau buruk. Pikiran akan memengaruhi tindak tanduk manusia dalam berkehidupan. Pikiran akan membawa keselamatan bahkan kesesatan, itu semua sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh manusia. 

Dalam buku Penebar Sabar karya Agung Surya Gumelar dijelaskan, bahwa pikiran memiliki frekuensi seperti magnet yang setiap detail peristiwa yang terjadi di muka bumi adalah sebab adanya tarik menarik atau undangan pikiran manusia itu sendiri.

Di dalam hadis Qudsi dijelaskan bahwasanya Allah itu bersama perasangka hamba-Nya. Tidak jarang manusia memiliki prasangka-prasangka yang baik maupun yang tidak baik. Prasangka hadir sebab adanya pikiran dari manusia menyangkut diri atau pun keadaan. Pikiran yang baik akan menimbulkan prasangka yang baik pula dan sebaliknya pikiran yang jelek akan menimbulkan prasangka yang jelek. 

Dalam berkehidupan pikiran manusia tidak bisa lepas dengan perbuatan atau tindakan. Perbuatan manusia diawali oleh pikiran-pikiran yang menggerakkan anggota badan untuk melakukan sebuah tindakan. 

Tindakan yang baik mencerminkan akhlak yang baik pula. Akhlak merupakan akibat dari pikiran dan prasangka manusia yang terealisasi dalam sebuah tindakan, yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan. 

Adanya manusia melakukan tindakan yang tidak baik, sebab memiliki pikiran-pikiran ataupun prasangka yang tidak baik pula. Sehingga berdampak pada tindakan manusia itu sendiri, yang kemudian menjadi gambaran dari akhlaknya. Pikiran negatifnya akan menghalangi dan menjauhkannya dari tujuan hidup, dan tidak jarang diiringi dengan berbagai rintangan dalam hidupnya. 

Dalam buku yang berjudul Pikiran Positif dan Pikiran Negatif: Sebuah Studi Analitik karya Ibrahim Elfiky dijelaskan bahwa, ada beberapa sebab mendasar yang menyebabkan manusia memiliki pikiran yang negatif dan menjauhkannya dari perbuatan-perbuatan yang baik, di antaranya jauh dari Allah, pengalaman yang lalu, tiada kepastian tujuan, rutinitas yang negatif, pengaruh internal, pengaruh eksternal. 

Pikiran adalah cerminan akhlak manusia yang tergambar pada tindakannya. Pikiran-pikiran negatif yang tidak baik menggambarkan akhlak yang kurang baik. Tugas manusia sebagai makhluk yang sempurna untuk memiliki keistimewaan. Manusia dianugerahi akal pikiran untuk menyelaraskan antara pikiran dan perbuatannya. 

Sebagai makhluk yang dapat berpikir tentang apa yang akan dilakukannya, bagaimana cara melakukannya, dan yang terpenting adalah tahu apa dampak yang akan ditimbulkan. 

Sehingga anugerah yang diberikan kepada manusia memang benar dan tepat. Pikiran menentukan perbuatan dan akhlak manusia, yang kemudian perbuatan dan akhlak tersebut menjadi penentu derajat manusia di sisi sang pencipta, yaitu Allah Swt. 

Jadi, beautiful  mind akhlak fine menjadi pegangan setiap manusia untuk selalu berpikir yang baik dan berakhlak yang baik. Pada akhirnya dapat membawa pada tujuan dan memudahkan dalam meraih tujuan hidupnya, untuk sukses dunia dan akhiratnya. (Zulfa)