Cara Anda Berbicara Kepada Diri Sendiri Itu Penting

Pikiran adalah sumber emosi dan suasana hati yang menghasilkan percakapan dalam diri, yang dapat merusak atau juga bermanfaat. Percakapan diri itu memengaruhi bagaimana perasaan tentang diri sendiri dan bagaimana bereaksi terhadap peristiwa dalam hidup.

Luangkanlah waktu sejenak dan pikirkan tentang apa yang telah dikatakan kepada diri sendiri hari ini. Apakah itu kritis? Atau, apakah itu baik dan bermanfaat? Bagaimana perasaanmu setelah terlibat dalam diskusi batin ini?

Penulis :
Dara Melati Sakinah

Dilansir darihealthline.com diterangkan, self-talk adalah sesuatu yang dilakukan secara alami sepanjang waktu terjaga. Orang-orang menjadi lebih sadar bahwa self-talk positif adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengekang emosi negatif. Orang yang bisa menguasai self-talk positif dianggap lebih percaya diri, termotivasi, dan produktif.

Ketika senang, sedih, menyesal, marah, tanpa disadari kita selalu menggerakkan lisan untuk berucap sesuatu atas apa yang telah kita perbuat. Seperti merasa menjadi orang gila walaupun tidak ada yang melihat kita. Tenang, kamu tidak sendiri!

Dan itu normal. Human nature yang selalu terjadi setiap harinya.

Tetapi pernahkah terbersit dalam benak bahwa apa yang kita ucapkan pada diri sendiri merupakan sesuatu yang krusial, yang memberikan pengaruh terhadap karakter diri?

Tentunya kita selalu ingin menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Itulah mengapa kita harus merubah sesuatu menjadi lebih baik dimulai dari hal kecil, walaupun hanya berbicara pada diri sendiri. Hal sepele namun bisa memberikan perubahan yang signifikan.

Mungkin di saat merasa senang, beribu kata baik terucap dari lisan kita. Tetapi, ketika sedang merasa sedih, marah, menyesal dan perasaan kacau lainnya, kita selalu mengatakan sesuatu yang secara tidak langsung membuat hidup kita tidak adil, tidak beruntung, dan menjadi orang yang tidak bersyukur.

Mengatakan pada diri sendiri bahwa kita tidak cukup baik, tidak cukup pintar, tidak cukup berbakat, atau tidak cukup kurus, hanya membuat begitu banyak waktu yang terbuang untuk menyalahkan diri sendiri.

Perasaan kacau itu terasa mengganggu ketenangan hidup kita. Alangkah baiknya jika kita tetap berkata baik terhadap diri kita sebagaimana ketika kita merasa senang.

Mengapa demikian?

Hal pertama dan yang paling utama, sebagai seorang muslim kita harus tetap bersyukur terhadap apa yang telah Allah berikan pada hidup kita. Kembali lagi ini untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah sebagai pemberi kehidupan.

Kedua, studi menunjukkan bahwa pikiran kita juga memiliki dampak pada tubuh. Ambil tes poligraf (biasa disebut tes pendeteksi kebohongan), misalnya, mereka menunjukkan bagaimana pikiran secara langsung memengaruhi tekanan darah, ketegangan otot, suhu, laju pernapasan, detak jantung, bahkan seberapa banyak tangan berkeringat. Itulah beberapa reaksi fisik yang cukup signifikan terhadap pikiran kita.

Ketiga, pembicaraan diri yang negatif dapat menyebabkan penurunan kemampuan untuk melihat serta memanfaatkan peluang, pemikiran pun terbatas, perfeksionisme, perasaan depresi, dan tantangan dalam hubungan.

Salah satu kelemahan paling jelas dari self-talk negatif adalah, bahwa itu tidak positif. Ini terdengar sederhana, tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa self-talk yang positif adalah prediktor sukses yang hebat.

Sebagaimana yang dikutip dari Liz McGrath dalam bukunya The Power of Our Words,bahwa kata-kata dapat melakukan semua hal ini dan banyak lagi. Mereka memiliki potensi untuk mendefinisikan kembali kepribadian, kehidupan, dan seluruh komunitas.

Pikirkan beberapa hal yang digunakan kata-kata untuk setiap hari, untuk mengkomunikasikan pesan, untuk mengungkapkan perasaan, untuk berinteraksi dengan orang lain, untuk mengasosiasikan makna, maksud, dan nada, untuk merekam sejarah, untuk menceritakan kisah dan banyak lagi.

Bila digunakan dengan cara yang benar, kata-kata juga dapat meningkatkan kekuatan pikiran. Sehingga orang dapat memilih apa yang mereka proses dan apa yang mereka lakukan.

Pemilihan kata-kata dan gambar yang kuat amat kondusif untuk rasa percaya diri dalam mencapai penguasaan pribadi. Namun, orang perlu memahami kekuatan mereka untuk mendapatkan hasil maksimal. Inilah waktunya menyelami kata-kata, suara, arti, dan rahasianya.

Hanya dengan begitu Anda akan benar-benar dapat memahami dan memanfaatkan kekuatan dari kata. Berhentilah berfokus pada apa yang tidak ada dalam hidup kita. (Sahril)