Strategi Menarik Pembeli

Berbicara seputar penjualan adalah berbicara bagaimana mendatangkan pembeli ke produk kita. Apa yang membuat orang membeli suatu produk atau jasa kita, itu karena kebutuhan dan emosionalnya yang kita pengaruhi lewat iklan.

Strategi iklan adalah untuk menarik atau mendatangkan pembeli ke usaha atau jasa, yang sebelumnya mungkin belum diketahui keberadaannya.

Penulis :
Ishamuddin Zulfi

Biasanya orang yang melihat iklan tidak senantiasa langsung membeli produk atau jasa kita. Mereka yang telah tahu iklan kita, akan menyimpan dalam memori otaknya. Jika suatu saat butuh barang atau jasa yang kita tawarkan, maka mereka teringat dengan iklan kita itu.

Ya, begitulah rahasia iklan. Dia merasuki alam bawah sadar manusia, yang akan muncul lagi ketika orang membutuhkan produk atau jasa tersebut.

Pebisnis perlu memahami bagaimana caranya agar mereka langsung teringat dengan apa yang pernah kita tawarkan. Nah, itulah kunci dari strategi menarik pembeli.

Memengaruhi emosional dengan memberikan penawaran yang menarik, akan membuat orang-orang yang sebelumnya tidak ada kebutuhan malah terdorong jadi ingin membeli. Nah, faktor emosional pembeli inilah yang perlu diperhatikan pula.

Tergantung bagaimana membungkus penawaran itu semenarik mungkin untuk mendatangkan rasa emosional mereka ketika melihat produk kita. Walaupun mungkin sedang tidak terlalu butuh, tapi kalau emosionalnya telah tersentuh, maka muncul hasrat membelinya.

Seseorang akan membeli suatu barang atau jasa tergolong pada dua jenis: pertama mereka yang memang butuh barang tersebut dan kedua mereka membeli karena melihat barang itu menarik untuk dimiliki.

Untuk orang kategori yang pertama lebih mengutamakan membeli karena kebutuhan bukan karena keinginan saja. Adapun yang kedua membeli karena keinginan dan belum tentu itu menjadi kebutuhannya.

Terlebih di masa pandemi saat ini, orang-orang banyak menahan diri untuk membeli sesuatu. Inilah yang membuat seorang pebisnis juga perlu kreatif mencari cara agar terus bertahan dan berkembang. Oleh sebab itu, seorang pebisnis harus terus belajar dan mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah.

Ditambah lagi seorang pebisnis juga harus banyak menambah relasi sesama pebisnis. Agar apa yang telah dimilikinya terus terjaga dan meningkat, karena bertemu banyak orang yang ahli di bidangnya. Pentingnya berada di lingkungan yang mendukung akan membuat kita terus berkembang dan mengetahui yang sebelumnya kita tidak tahu.

Dari lingkungan yang mendukung kita dapat belajar bagaimana mengevaluasi bisnis dan bisa juga dievaluasi oleh lingkungan kita. Dari sana juga bisa muncul bagaimana cara menjalankan bisnisnya, strategi apa yang dipakai, inovasi apa yang telah dibuat, marketing apa yang dikembangkan.

Strategi yang pas untuk perkembangan bisnis saat ini adalah dengan media iklan. Semakin hari dunia iklan semakin bertambah luas, yang sebelumnya iklan hanya berada di koran, brosur, baliho dan televisi sekarang media periklanan sudah sangat maju karena didukung perkembangan zaman yang semakin canggih.

Kini kita telah menyaksikan mulai dari iklan Facebook, Google, Instagram, YouTube, Tiktok bahkan di market place. Begitu banyaknya pilihan beriklan membuat peluang mengembangkan strategi menarik minat pembeli kian terbuka.

Seperti yang diterangkan buku E-commerce  and Web Technologies yang ditulis oleh Kurt Baucknecht, Martin Bichler dan Birgit Proll disebutkan, mengklasifikasikan pendekatan periklanan online ke dalam empat kategori, tidak bertarget, editorial, tertarget, dan dipersonalisasi.

Seperti yang dijelaskan buku ini juga, ketika beriklan kita pasti sudah mengarah kepada pembeli. Akan tetapi tidak semua yang tertarget sampai mencari tahu lebih tentang produk kita.

Semakin banyak jaring yang kita tebar semakin tinggi pula kemungkinan pembeli yang kita tuai. Akan tetapi beriklan juga perlu ilmunya dan ini yang tidak bisa kita dapat pahami dalam semalam saja.

Terlebih algoritma setiap platform yang kita pakai pun berubah-ubah setiap saat. Pentingnya mempelajari bagaimana beriklan yang bagus pun butuh trial error. Akan tetapi pebisnis tidak boleh patah semangat untuk terus menarik minat pembelinya.

Dan bagi pebisnis pemula beriklan adalah hal yang masih sulit untuk dilakukan. Akan tetapi bukan pebisnis namanya yang tidak mendapat masalah setiap harinya.

Jika mau belajar dan kreatif pasti ada jalannya. Alternatif yang bisa dilakukan untuk pemula ketika ingin beriklan adalah menawarkan produk kepada kerabat ataupun keluarga.

Ditambah dengan manfaatkan sosial media, WhatsApp dan Telegram dapat kita gunakan untuk memasarkan produk dan jasa. Dari sana bisa mendorong pelanggan untuk memperbanyak testimoni dari produk atau jasa kita. Ketika mulai beriklan pun orang akan lebih percaya jika sudah ada testimoni di produk kita.

Bagi kita pun pihak yang menjual jadinya lebih percaya diri ketika testimoni itu adalah yang baik. Ini bergantung pula bagaimana pendekatan kepada calon pembeli untuk meyakinkan mereka tentang produk yang kita jual. (RN)