Set Goal Atau Set System?

“Cita-citaku mau jadi orang sukses! Tapi, cara meraihnya bagaimana, ya?” 

Di usia produktif saat ini, tentunya pertanyaan tersebut sering muncul di benak kita, bahkan kadang menghantui. Namun, sebelum membahas lebih jauh mengenai cara meraih kesuksesan, ada baiknya kita belajar dari kesuksesan kedua atlet bulutangkis Indonesia, yaitu Greysia dan Apriyani.

Pasangan pebulutangkis ganda putri, Greysia/Apriyani berhasil meraih medali emas di Olimpiade Tokyo. Kemenangan tersebut menjadikan mereka ganda putri Indonesia pertama yang meraih emas Olimpiade. 

Anggrayna Pradikma

Di tahun sebelumnya, Greysia/Apriyani juga berhasil meraih kemenangan pertama mereka, sekaligus menyabet gelar juara dalam final Indonesia Masters 2020 melawan pasangan Denmark di lapangan 1 Istora Senayan, Jakarta. 

Dalam konferensi pers mereka tahun lalu, Greysia/Apriyani menyebutkan hal menarik mengenai goal setting yang memengaruhi kinerja permainan mereka. 

Greysia menyebutkan, “Sejak awal kami tidak memikirkan hasil seperti harus menjadi juara, namun, kami fokus pada memperbaiki performance, belajar, dan evaluasi terus-menerus. Bagi kami, kemenangan di Indonesia Masters 2020 adalah bahan evaluasi untuk tujuan yang lebih tinggi lagi, yaitu medali emas di Olimpiade Tokyo.”

Tentu saja, pernyataan tersebut mencuri perhatian banyak pihak. Optimisme mereka mengutarakan tujuan yang dirasa sangat sulit, kini menjadi kenangan yang indah karena telah terwujud. Dari kisah Greysia/Apriyani, kita dapat mempelajari betapa besar dan kuatnya pengaruh goal setting dalam keberhasilan seseorang. 

Lalu, apa sih goal setting itu? Dan apa bedanya dengan system setting?

Menurut Locke dan Latham (2002), goal adalah tujuan dari suatu tindakan yang merefleksikan kuantitas, kualitas, atau rata-rata performance

Sedangkan goal setting atau penetapan tujuan menurut Bandura (1997), dapat memengaruhi level motivasi dan kepercayaan kita tentang tentang kemampuan kita mempelajari sesuatu atau kemampuan kita menampilkan sesuatu, dan juga memengaruhi evaluasi mandiri kita. 

James Clear, penulis buku Atomic Habits menuliskan strategi unik dalam menetapkan tujuan (set goal) pada laman https://jamesclear.com. Menurutnya, jika kita serius ingin mencapai tujuan, maka daripada sekadar bertanya kesuksesan apa yang ingin kita raih, kita harus lebih dulu bertanya, “Kesulitan apa yang aku inginkan?”

Siapa yang tidak ingin jadi miliarder? Tentu semua orang bisa memimpikannya. 

Menentukan tujuan apa yang hendak dicapai adalah hal yang mudah. Namun, tidak semua bisa membayangkan kesulitan yang akan dihadapi dalam proses meraih tujuan. Tantangannya bukan keyakinan pada hasil yang ingin kita raih, tapi pada kemauan diri untuk mengorbankan banyak hal untuk mencapai tujuan itu.

Hal tersebut berkaitan dengan konsep selanjutnya, yaitu system setting. Penetapan sistem berarti kita tidak sekadar memilih kesuksesan yang ingin dinikmati, tapi juga memilih harga yang dapat dibayar untuk itu. 

Jika goal kita ingin menjadi penulis terkenal yang menulis buku best-seller, maka system kita adalah jadwal menulis yang harus dilaksanakan setiap hari. Sederhananya, goal berguna untuk membuat arah sedangkan system berguna untuk membuat proses nyata.

Renee Warren dalam laman https://www.entrepreneur.com menjelaskan beberapa alasan mengapa set system menjadi lebih penting daripada set goal. Di antaranya:

  • System membuat kita terus menginginkan peningkatan yang berkelanjutan 
  • System lebih terukur
  • Dapat mengajak orang lain berkontribusi dengan proses karena lebih fleksibel dan bertahap
  • Berpotensi mendapatkan ide-ide kreatif dalam prosesnya
  • Menciptakan mindset jangka panjang
  • Menjadikan kita lebih rendah hati, bahagia, dan menghargai proses

Oleh karena itu, penting bagi kita menggabungkan goal setting dan system setting. Sebab, proses yang kita jalani tidak akan pernah terasa sukses apabila kita sama sekali tidak menetapkan tujuan. Di sisi lain, kita juga harus mengingat bahwa sukses yang sejati tidak terletak pada hasil, melainkan proses perkembangan terus-menerus menuju arah yang lebih baik. 

Seperti sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Dan barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia celaka.”

Tentu kita ingin menjadi orang beruntung dan sukses, kan? Maka, siapkan set goal dan set system-mu mulai hari ini! (Sahril)