Kenali Potensi Diri

Dulu waktu kecil, mungkin pernah terlintas di pikiran kita bahwa menjadi dewasa itu akan membawa kebahagiaan lebih. Tapi seiring bertambahnya umur, bukannya semakin bahagia malah semakin sadar bahwa menjadi dewasa membawa banyak sekali tanggung jawab yang mesti diemban. 

Di lain sisi, ketika kita berkaca pada kemampuan diri sendiri, kita tidak yakin bahwa kita siap untuk melaksanakan tanggung jawab itu. Kadang kala, kita melihat beberapa teman sudah punya pikiran yang matang di umur yang sama seperti kita. Hal ini terkadang membuat kita berpikir bahwa, “Kenapa dia sudah bisa sampai pada titik itu, sedangkan aku tidak?”, “Apa yang sudah kulakukan selama ini?” dan pikiran lain semacamnya.

Zaidan Mufaddhal

Atau juga, boleh jadi suara-suara negatif itu muncul dari lingkungan toxic di sekitar, seperti teman yang selalu merendahkanmu, guru sekolah yang tidak peduli denganmu, atau justru datang dari orangtua yang selalu menyalahkan atau membandingkan dirimu dengan teman. 

Pikiran seperti itu akan membawa kita pada self doubt, yaitu keraguan terhadap kemampuan diri sendiri (Hermann et al. dalam Self-Doubt And Self-Esteem: A Threat from Within, 2003). Ditambah lagi, karena self doubt ini, ada banyak sekali anak muda yang ingin menjadi seperti seseorang atau menjadi sesuatu, tapi hanya ada sebagian kecil yang bisa mencapainya. 

Padahal, pada kenyataanya mereka yang self doubt bukan berarti mereka memang benar-benar tidak punya kemampuan apapun yang menonjol. Melainkan, hal ini hanya dikarenakan mereka belum mengenal diri sendiri secara mendalam.

Karena itu, mengenali diri sendiri adalah jalan pertama dan utama untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa. Banyak sekali orang di luar sana yang gagal dalam karir atau akademis mereka, yang disebabkan oleh karena mereka tidak mengenal diri sendiri dengan baik. 

Seperti yang dikatakan oleh seorang ahli strategi China, Sun Tzu “Know the enemy and know yourself, and you can fight a hundred battles without defeat”, artinya ketika kamu memahami siapa lawanmu dan siapa dirimu, maka kamu akan bisa memenangi seratus pertarungan tanpa kalah.

Lalu, bagaimana cara mengenali potensi diri? dibawah ini kamu akan menemukan jawabannya melalui tiga pertanyaan berikut:

Pertama, apa keunikanmu?

“You are the only you God made… God made you and broke the mold,” dikatakan oleh Max Lucardo.

Dari kalimat ini, dia mengingatkan kepada kita bahwa setiap orang itu diciptakan unik dan spesial. Setiap orang unik, begitu juga kamu. Kamu diciptakan berbeda dari manusia-manusia lainnya. Maka jangan rendahkan dirimu dengan membandingkan diri dengan orang lain yang mungkin lebih pandai di suatu bidang daripada kamu.

Menyadari keunikan sendiri adalah langkah pertama untuk mengenal lebih dalam siapa diri kamu, dan potensi yang kamu miliki. 

Coba lihat baik-baik sekeliling kamu, kadang kala kamu menemukan teman yang nilai ujiannya luar biasa, tapi cenderung sulit ketika berkomunikasi dengan orang lain, terutama orang asing. Sedangkan, untuk seseorang yang punya nilai rata-rata, dia sangat pandai dalam berteman dan membangun relasi.

Bukan hanya itu, setiap orang berbeda dari banyak sisi, seperti dari susunan genetik, sosial budaya yang berbeda, perilaku, cara berbicara, mendengar, belajar, berkelakuan, bertindak hingga bereaksi. Karena banyaknya perbedaan itulah yang membuat seseorang itu unik jika dibandingkan dengan manusia lainnya.

Dari keunikan itu kita belajar bahwa hanya ketika kita menyadari dan menerima keunikan diri dari pada yang lain, maka kita mampu mengembangkan kemampuan secara fokus dan terarah. 

Dari sana, akan terbentuk kemampuan spesial kamu dan juga akan mengetahui apa potensi dirimu yang sebenarnya. Sehingga kamu bisa melangkah lebih jauh lagi. Mungkin saja, di dalam dirimu ada jiwa seorang pemimpin yang berkharisma, ada artis yang mempesona, atau ada guru yang bijaksana.

Kedua, apa hal yang kamu minati?

Sebagai anak muda yang baru beranjak dewasa, kadang kala kita sangat bersemangat mencoba hal-hal baru, yang sebelumnya belum pernah kita lakukan. 

Namun, di lain sisi kita kadang kala juga mudah bosan dengan sesuatu yang kita lakukan, bisa jadi dengan alasan yang masuk akal atau pun tidak. Maka dari itu, mengetahui apa yang sebenarnya kamu minati adalah pertanyaan kedua yang perlu diketahui jawabannya untuk mengenal potensi diri secara mendalam.

Joan (2012) dalam bukunya Knowing Your Interests mengatakan, bahwa mengetahui minat kamu, dan mampu berdialog tentang minatmu dan orang lain, adalah salah satu komponen kecerdasan emosional. Efek sampingnya adalah membantu kamu membentuk batasan emosional yang lebih jelas antara diri kamu dan orang lain. Mengetahui minatmu akan membantumu dalam memahami dirimu sendiri, sehingga kamu tidak akan ada alasan lagi membandingkan dirimu dengan orang lain lagi.

Minat adalah preferensi pribadi yang mana ini berbeda dari kemampuan yang kamu miliki. Kemampuan sifatnya bisa dikembangkan, sedangkan minat sifatnya mampu memotivasi kamu untuk bisa aktif di suatu kegiatan. Namun, hal ini menimbulkan masalah lain, yaitu belum tentu hal yang kamu minati adalah suatu hal yang benar-benar bisa kamu lakukan dengan baik.

Contohnya, seseorang yang suka mendengarkan musik dan karaoke, belum tentu bisa menjadi seorang musisi sukses. Karena untuk menjadi seorang musisi, dia perlu punya pengetahuan tentang dunia musik, punya suara yang merdu, dan pada umumnya, seorang musisi perlu mempunyai penampilan yang menarik. Karena itu, kamu harus paham tentang apa itu minat yang sebenarnya.

Untuk memahami minat kamu yang sebenarnya, coba mulai dengan memperhatikan apa yang kamu sukai dan suka kamu lakukan. Jika kamu masih tidak tahu dengan itu, beranikanlah diri untuk mencoba hal-hal baru yang sesuai dengan keinginan hatimu. Hal ini akan membawamu kepada hal-hal yang menakjubkan.

Skenario terbaik adalah ketika minatmu menghasilkan uang. Ketika kamu bekerja sesuai dengan minatmu. Dengan begitu, kamu tidak akan merasa tertekan ketika melakukan pekerjaanmu. Walau sebanyak apapun pekerjaanmu, kamu akan selalu menikmatinya. 

Karena itu, minat dan kesuksesan memiliki hubungan yang menarik. Minat akan memotivasi kamu untuk bersedia menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga kepada apa yang kamu kerjakan. Ketika kamu bertemu tantangan, kamu bisa menyelesaikan itu dan berjalan lebih jauh ke depan.

Ketiga, apa kemampuan dan kekuranganmu?

Mengetahui kemampuan dan kekuranganmu sangat penting untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam dirimu. Ketika kamu sudah mengetahui apa kemampuan dan kekurangan yang kamu miliki, kamu akan bisa menentukan tujuan hidup yang jelas dan terarah.

Maria B. Z. (2019) menjelaskan bahwa kemampuan adalah salah satu aspek penting bagi seseorang di dalam karir hidupnya untuk mencapai masa depan yang cerah. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk mengetahui apa kemampuan yang kamu miliki.

Sama halnya seperti minat, untuk mengetahui kemampuan, di mana kamu perlu menantang dirimu untuk melakukan suatu hal baru. Minat dan kemampuan punya hubungan yang sangat erat, ketika kamu sudah mengetahui minat dan kemampuan, maka masa depan yang menyenangkan akan datang dengan mudahnya.

Selain itu, mengetahui kekurangan sama pentingnya dengan mengetahui kemampuanmu. Karena jika kamu sudah mengetahuinya, kamu akan tahu apa yang perlu kamu hindari. Penting untuk tahu batas yang kamu miliki. Lebih baik memanfaatkan waktu dalam menggeluti kemampuan yang benar-benar kamu minati. Sehingga waktumu tidak akan terbuang sia-sia.

Selanjutnya, percaya dengan kemampuan yang kamu miliki saat ini. Semakin percaya diri kamu dengan kemampuanmu, maka kamu akan semakin percaya diri dalam melakukan hal yang kamu minati. Segala kekhawatiran atau rasa takut akan sesuatu yang belum tentu terjadi perlahan akan menghilang dengan kepercayaan diri yang kamu miliki.

Mengenal dirimu lebih dalam adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kualitas dirimu. Hal ini juga bisa membantumu menghindari suara-suara negatif yang akan hanya membawa kamu kepada jurang keburukan. 

Dari tiga pertanyaan di atas, semoga dapat membantumu bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan mampu menghadapi masa-masa sulit selama perjalananmu menuju dewasa.

Setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, walau kamu tidak bisa memilih untuk lahir dalam kondisi seperti apa, namun, setidaknya kamu bisa memilih untuk menjadi seperti apa di masa depan nanti. Yakinlah bahwa setiap orang adalah makhluk yang unik dan memiliki kemampuan masing-masing. Kamu juga perlu yakin dengan keunikan dan kemampuan sendiri.

Seperti kutipan indah dari Albert Einstein “Everyone is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid, setiap orang adalah jenius. Tapi jika kamu menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, seumur hidupnya ia akan percaya bahwa ia bodoh.” (Nuur)