Hindari Kebiasaan Beracun Ini Ya!

Tak terhitung berapa banyak aktivitas yang dilakukan manusia di bumi dalam kesehariannya. Ada yang menjalankan harinya dengan hal itu-itu saja dan ada pula yang bervariasi. Adapun aksi atau tindakan berulang yang secara sadar kerap dijalani manusia disebut sebagai suatu kebiasaan atau habit

Pada umumnya, perbuatan yang sudah berlangsung cukup lama dan sering terjadi berkali-kali di kehidupan seseorang akan lebih sulit untuk diubah, sebab kelakuannya telah menjadi kebiasaan. Terdapat beragam rutinitas sehari-hari yang sudah melekat dalam diri kita sampai menciptakan sebuah habit, misalnya makan. 

Tiap jiwa terbiasa menyantap hidangan per hari, kegiatan itu terus-menerus diterapkan hingga mengarah pada kebiasaan. Dan uniknya habit ini relatif menjadi kebutuhan. Tanpa makan tubuh terasa lesu dan tak berenergi sehingga tanpa sadar kita akan melakukan kebiasaan “makan” untuk memenuhi kebutuhan perut. 

Penulis :
Bella Elita

Demikian pula seorang pembalap yang mampu mengemudikan kendaraan dengan cepat, ia mendapatkan keahliannya dari latihan berkali-kali. Dia menjadi bisa karena terbiasa.

Bangunlah perilaku-perilaku positif supaya nanti dapat membentuk kebiasaan yang mampu memberikan manfaat, bukan hanya bagi diri sendiri melainkan juga untuk orang lain. Karena pasalnya, kebiasaan mengambil peran penting terhadap faktor kesuksesan setiap individu.

Dan ingatlah! Jauhi perbuatan negatif yang memicu kebiasaan beracun karena tanpa disadari manusia suka berbuat dan terbiasa mengerjakan tindakan yang tak dapat ditoleransi. 

Habit seperti ini amat membahayakan bagi siapa saja yang melakukannya. Berikut adalah tiga macam kebiasaan yang begitu mengkhawatirkan dan perlu diwaspadai:

Pertama, perfeksionis.

Apa kamu pernah bertemu dengan orang perfeksionis? Sebenarnya perfeksionis itu apa ya? Jadi, perfeksionis merupakan bentuk kepercayaan seseorang bahwa ia mesti menjadi paling baik dalam mencapai suatu tujuan agar mendapatkan hasil sempurna. 

Tipe si perfeksionis ini begitu detail dan tidak suka bila ada kesalahan sekecil apapun. Memang tidak ada salahnya jika kita berusaha dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaik untuk mengerjakan beberapa pekerjaan, tapi bukan berarti kriteria perfect selalu diutamakan. 

Pada buku berjudul The Life’s Gold karya Suhardi menjelaskan, bahwa perfeksionis merupakan sesuatu yang menguras tenaga, dengan begitu kamu akan mudah gelisah, stres bahkan depresi karena kebiasaan ini mendorong tiket ketidakbahagiaan.

Orang perfeksionis akan mudah merasa tertekan karena pola pikirnya. Terobsesi untuk selalu melakukan segala hal dengan sempurna. Menurut pandangannya, ia akan berhasil jikalau tidak ada kekeliruan sedikitpun pada apa yang ia kerjakan. Akibatnya ia tidak pernah puas dengan pencapain, terlebih kalau kinerjanya dinilai buruk oleh orang lain.

Kedua, prokrastinasi.

Tahukah kamu apa prokrastinasi itu? Jadi, sebetulnya sebutan prokrastinasi dalam psikologi berasal dari bahasa Inggris, yakni procrastination. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bermakna; menunda. 

Terkadang sebagian orang sering sekali menunda-nunda tugas atau pekerjaan. Bukankah waktu amat bernilai? Lalu kenapa bisa orang memperlambat apa yang semestinya ia kerjakan?

Lazimnya, penundaan dilakukan karena orang merasa masih punya banyak waktu untuk menyelesaikan, sehingga bisa santai dan berleha-leha. Sadarkah kamu dampak buruk prokrastinasi? Ya, tentunya kamu akan kehilangan kesempatan berharga yang bisa digunakan untuk mengerjakan berbagai hal bermanfaat lainnya. 

Kemudian bagaimana cara mengatasi kebiasaan menunda-nunda? 

Pada buku berjudul Procrastination Cure & Boosting Your Productivity karya Mohammed Ayya menjelaskan, bahwa cara paling ampuh untuk membasmi habit prokrastinasi adalah fokus pada hadiah atau keistimewaan yang akan kamu dapatkan.

Membayangkan atau mengingat-ingat benefit yang kemungkinan kamu raih memberi dorongan atau motivasi tersendiri agar kamu bisa lebih bersemangat dan tidak menangguhkan kembali tanggung jawabmu. Malahan pekerjaan tersebut boleh jadi tuntas sebelum deadline.

Ketiga, self doubt.

Apa itu pengertian self doubt? Self doubt ialah ketidakyakinan seseorang terhadap kemampuan atau skill yang ada pada dirinya. Ragu dan takut gagal tatkala hendak melakukan suatu pekerjaan merupakan kebiasaan paling beracun dalam perkembangan diri menuju keberhasilan. 

Lantas mengapa kita sering tidak percaya diri pada potensi yang kita miliki? 

Kavitha Chinnaiyan pada artikel berjudul 3 Causes of Self-Doubt and How to Conquer It for Good (https://tinybuddha.com) menjelaskan, bahwa salah satu penyebab keraguan terhadap kapasitas diri ialah membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Menilai suatu hal yang ada dalam diri berdasarkan kemampuan orang lain membuat individu tidak dapat mengalami kemajuan hidup. Belum mencoba sudah berkata tak sanggup sebab melihat kelihaian insan lain. Akhirnya, pikiran-pikiran negatif pun muncul seperti, “Aku tidak sebagus dia.” Kendalikanlah pola pikirmu supaya kebiasaan meremehkan kapasitas diri dapat terhindari.

Pangkal kebahagiaanmu terletak pada kebiasaanmu dan semakin produktif kegiatanmu maka semakin baik kebiasaanmu kelak. Sehingga kebiasaan-kebiasaan menjerumuskan juga segan menghampiri apalagi merusak hidupmu. (AYP)