Menabung atau Sedekah, Mana yang Didahulukan?

Manusia seringkali terjebak dalam dua pilihan hidup, misalnya menabung atau sedekah, manakah yang lebih penting? Manakah yang lebih utama? Dan manakah yang harus didahulukan? Pertanyaan-pertanyaan itu sering muncul dalam diri seseorang ketika hendak melakukan suatu rencana keuangan, terlebih lagi orang dengan penghasilan yang pas-pasan.

Penulis :
Sholihatun Khafifah

Seperti yang telah kita ketahui bersama, Al-Qur’an merupakan pedoman umat Islam yang sangat lengkap. Al-Qur’an mengatur segala urusan umat, termasuk dalam hal menabung dan bersedekah.

Allah berfirman dalam surat Al-Isra ayat 26-27, yang artinya,”… dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Ayat di atas menunjukkan bahwa sebagai seorang muslim, kita mesti pandai dalam mengelola keuangan, tidak boleh boros dan harus berhemat. Salah satu cara mengelola keuangan yang baik ialah dengan menabung.

Dalam laman Britannica.com disebutkan, bahwa menabung adalah proses menyisihkan sebagian penghasilan untuk penggunaan di masa depan. Menabung adalah sarana memandirikan diri secara finansial untuk waktu mendatang.

Menabung akan memberikan banyak manfaat bagi pelakunya. Dengan menabung, kita bisa mempersiapkan dana darurat. Kemudian dana darurat ini akan bekerja jika suatu saat nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ketika anggota keluarga ada yang sakit, atau ketika diberhentikan dari pekerjaan secara tiba-tiba.

Selain menabung, Islam juga mengajarkan penganutnya untuk gemar dalam bersedekah.

Muhammad Muhyidin dalam buku Ajaibnya Sedekah: Semakin Bersedekah Semakin Kaya menjelaskan, bahwa sedekah merupakan memberikan sesuatu kepada orang lain. Dalam konteks yang lebih luas, sedekah itu bukan hanya tentang uang, melainkan memberi senyum kepada orang lain pun dinilai sedekah.

Allah juga berfirman dalam surat Al-Hadid ayat 18, yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”

Ayat ini menjelaskan tentang keutamaan sedekah. Orang yang bersedekah akan mendapatkan balasan yang jauh lebih besar dari Allah. Bukan hanya balasan saja, melainkan ia juga akan mendapat pahala yang sangat mulia di sisi Allah.

Lantas manakah yang harus dipilih? Menabung atau sedekah?

Dua-duanya sama pentingnya dan sama utamanya. Menabung dapat membuat kita menjadi mandiri secara finansial, sehingga kita tidak akan merepotkan orang lain.

Ataukah bersedekah? Karena sedekah juga mempunyai banyak keistimewaan. Allah akan membalas kebaikan kita berkali-kali lipat. Allah juga akan membantu ketika kita sedang dalam kesusahan.

Maka layaknya orang Islam yang bijaksana, lakukanlah keduanya jika mampu. Menabunglah dan sedekahlah, sesuaikan dengan kemampuan diri. Janganlah menabung hingga harta bertumpuk banyak, tapi melalaikan sedekah. Janganlah berniat menabung untuk menimbun harta. Allah tak suka dengan orang yang pelit dan kikir. Serta, tunaikanlah zakat jika tabungan sudah mencapai nisab.

Jika memutuskan untuk sedekah pun jangan sampai menyumbangkan semua harta, atau bahkan melebihi dari harta yang dimiliki. Sisakanlah untuk kebutuhan kita dan keluarga. Allah pun tak suka jika kita nantinya malah menyengsarakan diri sendiri.

Ada sebuah strategi keuangan dari sahabat Nabi Muhammad, bernama Salman Al-Farisi. Muhammad Zulian Alfaizi dalam bukunya yang berjudul Akhlak Al-Qur’an menceritakan, bahwa Salman Al-Farisi mempunyai formula 1-1-1 dalam bisnis; 1 digunakan untuk keperluan keluarga, 1 digunakan untuk sedekah, dan 1 digunakan untuk modal (investasi/menabung).

Dari formula tersebut sebenarnya sudah menjawab tentang pertanyaan menabung atau sedekah. Urutan prioritasnya yaitu kebutuhan, sedekah, kemudian baru modal. Maka, jika dalam keadaan yang terpaksa tidak bisa melakukan keduanya, dahulukanlah sedekah. Karena sedekah juga merupakan sarana investasi atau menabung untuk akhirat.

Barangkali dalam suatu waktu kita tidak bisa menabung. Tak apa-apa, lebih baik sedekah tanpa menabung daripada menabung tanpa sedekah. Lakukanlah sesuatu sesuai dengan kemampuan kita.

Kita tak perlu mengikuti cara menabung dan sedekah orang lain yang di luar kemampuan kita. Lakukanlah keduanya jika mampu, meskipun sedikit. Atau dahulukanlah sedekah tanpa menabung. Karena salah satu rahasianya, dengan kita rutin sedekah, yakinkan pula diri bahwa Allah akan memudahkan jalan untuk menabung. (Nuur)