Ibu Adalah Sekolah Pertamaku

Perjalanan hidup ini sangat istimewa, melalui tahapan yang kadang tak dapat dipikirkan oleh logika, hingga kita menjadi sesosok yang berpijak dengan sempurna. Benar, dia adalah manusia. 

Manusia tidak ada dengan begitu saja. Terdapat usaha antara dua insan yang berkeinginan untuk menjadikan sesosok manusia sebagai penerusnya. Mereka adalah ayah dan ibu kita. 

Ahmad Musodik

Perjuangan ayah untuk mencari nafkah tak pernah mengenal lelah bahkan sampai berdarah-darah. Tak dapat dipungkiri bahwa ayah adalah pahlawan bagi keluarganya. 

Begitu pun ibu, perjuangannya tiada tara hingga nyawa dipertaruhkan untuk melahirkan buah hatinya hingga bisa menatap indahnya dunia. Itulah bagian perjuangan orangtua kita.

Tidak cukup sampai di situ, perjuangan ibu terus berlanjut untuk buah hatinya dengan merawat, mendidik dan membesarkan adalah hal-hal yang harus dilakukannya. 

Ibu adalah tempat pertama bagi anak untuk mulai memahami apa itu dunia. Dia yang selalu memberikan materi tentang kehidupan dan bagaimana cara menjalankan kehidupan. Karenanya ibu sangat memengaruhi pada tumbuh kembang anak.

Kuantitas dan kualitas kebersamaan ibu dan anak membuat kedekatan keduanya begitu erat. Sehingga ibu memiliki peran yang utama dalam perkembangan anak. 

Seperti penjelasan Fadhilah dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Karakter, bahwa anak-anak secara fisik dan psikis sangat dekat dengan sosok ibu sehingga peran seorang ibu dalam perkembangan anak sangat dominan sampai ada yang mengatakan ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Peran ibu sangat dibutuhkan dalam mendidik dan membimbing. 

Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Nurlailis Saadah dalam bukunya yang berjudul Stimulasi Perkembangan Oleh Ibu Melalui Bermain dan Rekreasi pada Anak Usia Dini, bahwa menurut Ni Made (2009), ibu memiliki peran yaitu sebagai pendamping suami, pengatur rumah tangga, penerus keturunan, pembimbing anak dan pelaksana kegiatan agama.

Dengan adanya ibu, anak akan mendapatkan hak pendidikan yang seharusnya diterima. Kemampuan ibu sangat memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak. Ibu yang memiliki kemampuan dalam mendidik anak sangat memungkinkan untuk menjadikan anak-anaknya generasi yang cerdas. Jadi ibu itu juga harus cerdas. 

Dalam buku Menjadi Ibu yang Menyenangkan karya Afry Ramadhany dijelaskan, bahwa cerdas yang sesungguhnya adalah ketika ibu mampu menciptakan lingkungan terbaik untuk anak-anaknya, selalu dirindukan, selalu mendoakan hingga mengantarkan anaknya menjadi sukses dan dan mampu menjawab semua pertanyaan anak-anaknya tanpa menjerumuskan.

Apakah ibu perlu pendidikan? 

Jawabannya, “Iya.” 

Ibu perlu pendidikan, namun pendidikan di sini bukanlah semata-mata pendidikan formal di bangku sekolah atau kuliah. Akan tetapi pendidikan di sini adalah pendidikan untuk mendidik, membimbing dan mendorong anak-anaknya untuk menjadi lebih baik darinya. 

Faktanya banyak ibu dengan latar belakang hanya mengenyam pendidikan dasar tetapi dapat mendidik anaknya untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Jadi, pendidikan itu perlu tapi yang dibutuhkan adalah kecerdasan bagi seorang ibu. 

Tapi tidak dipungkiri juga, dengan adanya bekal pendidikan yang baik dari seorang ibu, dimungkinkan akan memengaruhi pada pola asuh terhadap anak yang memengaruhi pula pada tumbuh kembangnya. 

Lantas apakah calon ibu perlu bekal sebelum menjadi ibu?  

Ya, sangat diperlukan. 

Dengan bekal dan persiapan yang baik, diiringi dengam kemampuan yang baik pula, ketika menjadi seorang istri dan seorang ibu, diharapkan akan dapat menjalankan perannya dengan sangat baik. Dan ia dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam mengatur keluarga, mendidik dan membimbing anak-ankanya. 

Bekal tersebut adalah kecerdasan, kemampuan yang harus dipersiapkan untuk menjalankan peran sebagai ibu yang baik, istri yang baik dan wanita yang berpengaruh untuk orang-orang di sekelilingnya. Dan tentunya yang memberikan pengaruh positif untuk kehidupan yang lebih baik. (Zulfa)