Dilema Orangtua, Perlukah Gadget untuk Kids Zaman Now?

Di zaman yang sudah serba modern ini, kehidupan manusia tidak terlepas dari jangkauan teknologi. Hampir semua orang di berbagai kalangan usia bisa menggunakan alat teknologi khususnya gadget.

Penulis :
Aliffa Yulistiani Khairiyyah

Apalagi untuk anak generasi Z atau Alpha yang lahir di abad 21. Seringkali kita temukan anak yang bahkan belum bisa berbicara atau berjalan saja sudah pandai dalam memainkan smartphone. Tidak heran lagi, bukan?

Fenomena ini sebetulnya menjadi salah satu kegalauan bagi orangtua zaman now. Muncul beberapa pertanyaan seperti, apakah mereka harus mengizinkan anak menggunakan gadget di usia dini, tetapi mereka akan mendapatkan dampak buruknya? Atau, membiarkan mereka tidak mengenal akan kecanggihan teknologi sama sekali?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sebagai orangtua, kita harus paham apa tujuan untuk memberikan gadget itu. Misalnya, banyak orangtua yang berdalih agar anaknya diam dan tidak mengganggu, sehingga mereka berikan gadget tersebut.

Ada juga orangtua yang memberikannya, karena dalam i-pad atau smartphone banyak sekali tontonan dan games yang mendidik anak.

Dikutip dari laman sg.theasianparent.com, yang telah meneliti tentang penggunaan gadget di Asia Tenggara, dan menemukan bahwa 98% anak berusia 5-8 tahun sudah diizinkan untuk bermain gadget oleh orangtuanya, dengan berbagai alasan. Ada yang bertujuan untuk pendidikan, pengenalan teknologi usia dini, atau hanya sekadar untuk hiburan.

Di sisi lain, beberapa orangtua sama sekali tidak mengenalkan teknologi. Mereka yakin bahwa teknologi adalah gerbang menuju kerusakan dan khawatir mereka akan kecanduan atau mengakses konten yang tidak baik.

Menurut penelitian yang dilaksanakan Francesca Gottschalk, dalam jurnalnya yang berjudul Impacts of Technology Use on Children: Exploring Literature on the Brain, Cognition and Well-Being, mengemukakan beberapa dampak buruk jika anak terlalu sering menggunakan gadget, di antaranya adalah:

Pertama, keterlambatan dalam berbicara. Gadget membuat anak diam dan tidak bersosialisasi dengan yang lain. Terlebih lagi, jika orangtua tidak menstimulasi anak untuk berbicara saat asyik menggunakan gadget.

Kedua, gangguan pada tidur. Ini dapat terjadi karena banyak perangkat seperti ponsel, komputer, atau tablet memancarkan gelombang pendek atau cahaya biru. Gelombang inilah yang memengaruhi produksi melatonin atau hormon tidur.

Apalagi, anak-anak lebih sensitif terhadap cahaya dibanding orang dewasa. Sehingga, paparan gelombang elektromagnetik pada gadget dapat memengaruhi pola tidur mereka.

Ketiga, bersikap agresif. Penggunaan ponsel atau gadget dapat memengaruhi fungsi otak dan menjadi lambat dalam menerima respons. Sedangkan, pada anak usia 1-3 tahun, keterampilan sosial dan emosional mereka baru mulai berkembang.

Sikap agresif ini biasanya mereka tunjukkan, karena mereka belum memiliki kata-kata untuk mengekspresikan emosinya. Sehingga, mereka melontarkan dengan cara yang agresif.Dan masih ada beberapa dampak negatif lain dari penggunaan gadget pada anak secara berlebihan.

Untuk menjawab kerisauan para orangtua, American Academy of Pediatrics (AAP) dalam lama healthychildren.org menjelaskan, ada beberapa rekomendasi penggunaan gadget sesuai usia anak, yaitu:

  • Di bawah 18 bulan: hanya mengizinkan anak menggunakan gadget pada saat video-call (dengan kerabat)
  • 18 – 24 bulan: mendampingi anak dalam mengenalkan perangkat digital agar mereka paham apa yang sedang ditonton
  • 2-5 tahun: batasi penggunaan gadget 1 jam perhari dengan memilihkan tontonan atau permainan yang sesuai usianya
  • 6 tahun ke atas: sepakati waktu untuk menggunakan gadget setiap harinya dan juga jenis tontonan. Selama itu tidak mengganggu jadwal tidur, olahraga atau berinteraksi dengan keluarga dan sekitar.

Teknologi atau gadget bisa diibaratkan seperti pisau. Jika kita menggunakan pisau untuk memotong sayuran, maka akan menjadi hidangan masakan yang lezat. Tetapi jika kita menggunakannya untuk melukai orang lain, maka akan menjadi tindakan kriminal.

Oleh karena itu, sebagai orangtua kita harus bijak dalam menanggapi fenomena saat ini. Sebagai orangtua, sebaiknya kita tetap mengenalkan mereka dengan teknologi. Karena kita tidak dapat menghindari kemajuan zaman, terutama teknologi untuk masa depan generasi penerus.

Jika kita tidak membiarkan anak untuk mengenal dan memakai teknologi, mereka akan tertinggal dari zaman yang akan mereka hadapi di kemudian hari. Sebaliknya, jika kita membiarkan anak bermain gadget tanpa arahan, itu akan sangat berdampak buruk pada mereka. (Zulfa)