Ayo Semangat Shalat Subuh

Bagi orang yang beragama Islam diwajibkan melaksanakan shalat lima waktu: Subuh, Zuhur, Asar, Magrib dan Isya. Kelimanya memiliki waktu masing-masing. Adapun yang paling awal dilakasanakan ialah shalat Subuh, waktunya mulai dari terbit fajar shodiq hingga terbitnya matahari.

Shalat Subuh terbilang shalat yang cukup berat dilakukan, karena kita dituntut melakukan ibadah di jam asyik-asyiknya tidur, dalam belaian selimut dan keempukan bantal. Tak heran bila kadang kita jumpai orang yang kebablasan tidak shalat Subuh setelah begadang semalaman. Atau seorang pekerja kurir, sopir, tukang bangunan dan lainnya setelah seharian mereka lelah bekerja, pada malam hari mereka tidur dengan nyenyak hingga matahari terbit tak terasa.

Anas Sonhaji

Al-Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari menyebutkan dalam kitabnya Shahih Al-Bukhari sebuah hadis Rasulullah tentang berat dan sulitnya melakukan shalat Subuh.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Subuh dan shalat Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari hadis No. 657)

Dikutip dari kitab Shafwah Shahih Al-Bukhari karya Syekh Abdul Jalil Isya dan kitab Shahih Muslim karya Al-Imam Abi Al-Husain Muslim An-Naisabur menjelaskan, bahwa ada beberapa hadis Nabi Muhammad yang menjanjikan keutamaan yang besar dan agung dari Allah bagi orang yang istikamah melawan sulit dan beratnya melaksanakan shalat Subuh, di antaranya:

Pertama, memperoleh jaminan masuk surga dari Abu Musa, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat Bardain (yaitu shalat Subuh dan Asar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari hadis No. 574 dan Muslim hadis No. 635)

Kedua, terhindar dari siksa api neraka Dari Umarah bin Ruwaibah, Nabi bersabda, “Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat Subuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat Asar).” (HR. Muslim hadis No. 634)

Ketiga, selalu dalam lindungan Allah Dari Jundab bin Abdillah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang shalat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah.

Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Subuh tanpa jalan yang benar. Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka Jahanam.” (HR. Muslim hadis No. 657) Berikut ini adalah kiat-kiat agar mudah bangun shalat Subuh:

Pertama, hindari makan malam atau kurangi Makan yang berlebihan di waktu malam akan membuat kita menjadi tidur lebih nyenyak dan merasa lelah saat bangun. Hal ini disebabkan karena saat kita merasa kenyang, maka oksigen akan berkurang sekitar 20-40% per 5-10 detik. Gejala ini memicu kita untuk bernapas lebih berat dan butuh banyak asupan energi. Untuk menghindari hal ini, usahakan untuk makan di waktu Asar atau Magrib secukupnya.

Kedua, menyalakan alarm Di zaman yang sudah modern ini, alat alternatif yang bisa digunakan untuk membangunkan tidur kita adalah alarm. Tapi disarankan untuk meletakkan alarm tidak terlalu dekat dari jangkauan, alasannya adalah agar kita mau bangun dan beranjak dari tempat tidur untuk mematikan alarm.

Ketiga, membaca doa agar bangun waktu Subuh Ketika semua ikhtiar zahiriah telah dilakukan, maka kita tidak boleh lupa melakukan ikhtiar batiniah dengan berdoa, memohon pertolongan Allah agar dimudahkan untuk bangun waktu Subuh.

Dikutip dari kitab Mukhu Al-I’badat Fi Al-Adzkar Wa Al-Da’awat karya Muhammad Hasan Basyri, bahwa barangsiapa yang mengamalkan amalan berikut sebelum tidur, niscaya ia akan mudah bangun di waktu kapanpun yang ia kehendaki seizin Allah, yaitu:

• Baca surat Al-Isra’ ayat 78 (sebanyak 7x)

• Baca basmalah (21x)

• Niatkan waktu yang kita kehendaki untuk bangun

• Tambahkan dengan doa

Maka bisa disimpulkan bahwa tidak ada sebuah ibadah yang mudah dikerjakan tanpa ujian dan rintangan. Tinggal kita berpandai-pandai dalam mengatasinya, dengan cara dan usaha yang maksimal, dan tidak boleh berdiam diri pasrah tanpa melakukan sebuah sebab guna memperbaikinya. (Sahril)