Mama Muda Wajib Baca Ini: Bagaimana Menstimulasi Anak Agar Aktif dan Cerdas?

Sebagai orangtua baru atau calon orangtua pasti menginginkan anak kita menjadi aktif dan cerdas bukan? Banyak cara yang dilakukan agar mereka menjadi apa yang kita harapkan, bahkan sejak usia dini. Mulai dari memfasilitasi mereka pendidikan yang berkelas, les seni yang mahal, atau pelatihan keahlian lainnya. 

Oleh:
Aliffa Yulistiani Khairiyyah

Lantas, apakah itu semua diperlukan untuk menunjang tumbuh kembang mereka? Dan bagaimana peran orangtua dalam perkembangan anak?

Sebetulnya banyak cara agar mereka menjadi anak aktif dan cerdas. Tidak perlu mahal-mahal, Bunda. Tidak perlu membayar pelatih untuk mendapatkan semua fasilitas itu. Sebagai orangtua, kita masih bisa melakukannya di rumah. Karena peran orangtua sangatlah berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Carla Cardoso menerangkan pada risetnya yang berjudul Parenting for Cognitive Development: Advice to Parents dilansir oleh https://www.researchgate.net, bahwa orangtua memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan potensi intelektual anak. Orangtua juga dianggap bertanggung jawab atas perkembangan kognitif anak-anak mereka. 

Para ahli juga menekankan bahwa tingkat perkembangan intelektual anak itu, berhubungan dengan kuantitas dan kualitas rangsangan yang diberikan kepada mereka setiap hari. 

Untuk mendorong anak menjadi aktif, orangtua perlu untuk melakukan aktifitas-aktifitas fisik di dalam maupun di luar rumah. Wajar sekali bila anak kecil usia 3-6 tahun itu aktif. Tetapi, banyak orangtua yang bahkan sampai kesal dan menahan anaknya untuk tidak melakukan aktifitas fisik tersebut. Mereka khawatir rumah akan menjadi “kapal pecah” saat anak-anak bermain. 

Di sisi lain, beberapa orangtua juga takut jika anak mereka jatuh atau terluka saat bermain di luar ruangan. Akhirnya, anak pun merasa tertahan untuk melakukan apa yang mereka inginkan, untuk mengikuti keinginan orangtua.

Padahal orangtua bisa melakukan hal-hal sederhana untuk menstimulasi anak, khususnya dalam perkembangan motorik kasar. Keterampilan motorik kasar sangatlah krusial bagi masa depan sang anak. Itu juga memiliki korelasi dengan pertumbuhan otot maupun tulang mereka. 

Sebagai contoh, orangtua bisa bermain petak umpet bersama. Secara tidak langsung, anak-anak akan memperkuat otot-otot mereka saat berlari. 

Mereka akan belajar tentang keberadaan sesuatu yang tidak terlihat atau tersembunyi. Selain itu, anak juga menjadi ceria dan belajar berekspresi. Apalagi di saat berinteraksi dengan orang sekitar atau saat mereka terkejut. Dengan cara ini, anak akan menjadi lebih aktif.

Bermain di luar rumah juga pastinya sangat menyenangkan. Ajaklah anak-anak setiap sore ke taman bermain. Disana ada perosotan, jungkat-jungkit, ayunan, tiang gelantungan, dan masih banyak permainan lainnya. 

Dengan mengajak atau mengizinkan mereka ke taman bermain, yang memiliki berbagai wahana sederhana, mereka akan belajar mengekplorasi diri dan juga bersosialisasi. 

Misalnya, jika mereka bermain perosotan, tulang mereka akan menjadi kuat saat menaiki tangga dan mereka belajar untuk menyeimbangkan diri. Saat anak bermain tiang gelantungan, otot tangan mereka juga akan menguat. Tentunya, semua alat permainan itu harus dalam pengawasan orangtua ya.

Disana juga mereka akan bertemu dengan teman sebaya. Mereka akan bermain bersama dan saling berinteraksi. Mereka juga akan belajar untuk berbagi dan bekerja sama. Sebagai contoh, saat ingin bermain ayunan mereka harus sabar untuk bergantian. Mereka juga akan meminta bantuan temannya untuk mendorong ayunan tersebut, dan begitu sebaliknya.

Agar anak menjadi cerdas, beberapa kegiatan sederhana bisa dilakukan oleh anak di rumah. Tak perlu keluar rumah, cukup di dalam ruangan, terlebih di saat pandemi melanda. 

Dilansir dari laman https://blog.himama.com, pada artikel yang berjudul Activities to Promote Preschool Cognitive Development, Ron Spreeuwenberg menjelaskan bahwa ada beberapa kegiatan yang bisa membantu perkembangan kognitif anak. 

Contohnya, orang tua bisa mengajak anaknya dalam kegiatan memasak. Memang, bagi sebagian orangtua, anak dianggap akan menjadi pengganggu. Padahal, banyak sekali manfaat dari kegiatan ini. 

Mereka akan belajar untuk menghitung takaran bahan yang digunakan. Mereka belajar berbagai nama sayuran dan warna. Keterampilan berbahasa anak juga terlatih saat kita mengobrol dengan mereka atau saat diberi perintah. 

Selain itu, permainan puzzle juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk melatih anak dalam memecahkan masalah. Permainan ini cocok untuk anak usia 3-5 tahun tergantung dari jenis puzzle itu sendiri. 

Pertama-tama anak akan tertarik dengan gambar dan bentuk puzzle. Lalu mereka akan mencoba untuk menyusun semua pecahannya. Mereka akan terus berusaha dan secara tidak langsung ketekunan mereka terlatih. 

Di saat mereka hampir menyerah karena permainan puzzle itu sulit dipecahkan, orangtua memiliki peran untuk memotivasi anak dan mengarahkan apa yang semestinya ia kerjakan. 

Orangtua juga dapat mengawasi dan menilai sejauh mana perkembangan anak mereka melalui permainan ini. Bisa dengan bertanya ataupun berdiskusi walaupun kemampuan berbahasa mereka masih sangat minim. Seiring berjalannya waktu dan dengan terus dilatih, anak akan semakin cerdas dalam mencari cara untuk memecahkan suatu tantangan.

Kesimpulannya, orangtua memiliki peran yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Beberapa kegiatan atau permainan sederhana dapat dilakukan untuk menstimulasi kecerdasan dan perkembangan otot mereka. Selain rasa senang yang didapat, bermain juga melatih kecerdasan otak dan kekuatan otot anak. 

Yuk, jadi orangtua atau calon orangtua yang cerdas. Dengan mengizinkan mereka bermain, memfasilitasi mereka dengan berbagai permainan, dan mengajak mereka untuk melakukan kegiatan sederhana bersama kita. (Zulfa)

Satu tanggapan untuk “Mama Muda Wajib Baca Ini: Bagaimana Menstimulasi Anak Agar Aktif dan Cerdas?

  • 15 Agustus 2021 pada 9:08 am
    Permalink

    Waaa makasih ka Aliffa, aku note nih

Komentar ditutup.