Saat Introvert Menghadapi Masalah atau Sedang Stres

Setiap dari kita pasti mempunyai masalah, entah berat atau ringan, dari bangun pagi hingga tidur lagi. Contoh kecil saat bangun pagi, muncul satu masalah lewat pertanyaan dalam benak, “Jam berapa sekarang?” Dengan mencari jawaban atas masalah tersebut, dengan melihat jam dinding atau mengecek ponsel, maka terselesaikanlah satu masalah hidup.

Oleh:
Salsa Nur Adha

Lalu bagaimana dengan masalah hidup seseorang yang dirasa tidak pandai dalam memecahkan masalah? Bagaimana orang yang lebih memilih untuk memendamnya sendiri atau yang biasa kita sebut introvert, how to deal with this situation? 

Bukan berarti mereka tidak bisa menghadapi masalah. Hanya saja cara mereka yang lebih mengutamakan berfokus pada diri sendiri.  

Sebagian orang menganggap bahwa introvert merupakan kepribadian yang cenderung pendiam, tidak pandai dalam bersosialisasi dan punya banyak batasan untuk membagikan kehidupan pribadi mereka. 

Begitu juga mengutip dari buku The Power of Personality: How Introverts and Extroverts Can Combine to Amazing Effect karangan Sylvia Loehken menjelaskan, bahwa orang introvert menghargai dan membutuhkan waktu untuk menenangkan diri secara diam-diam. 

Ini menjelaskan bahwa mereka memang cenderung pendiam dan tertutup terhadap permasalahan. Mereka butuh waktu dan berpikir panjang untuk benar-benar bisa berbagi masalah dengan orang lain, bahkan dengan orang terdekat sekalipun. 

     Maka memang ada dua cara bagi seorang introvert dalam menghadapi masalah atau sedang stres, yaitu dihadapi secara negatif dan secara positif.

Seorang introvert kurang pandai dalam menceritakan masalah dan perasaan kepada orang lain. Mereka memilih untuk memendamnya sendiri, overthinking bahkan menangis dan menjerit dalam diam, yang akhirnya berakibat buruk terhadap psikis seperti depresi. 

Dan mengutip dari buku Depresi: Tinjauan Psikologis karangan Namora Lumongga menyebutkan ada 6 dampak negatif yang ditimbulkan oleh depresi, di antaranya adalah : 

  • Bunuh diri
  • Gangguan tidur: insomnia dan hipersomnia
  • Gangguan dalam hubungan
  • Gangguan dalam pekerjaan
  • Gangguan pola makan, dan
  • Perilaku-perilaku merusak

Memang dampak dari memendam masalah ini dapat berujung pada akibat buruk terhadap diri sendiri. Tapi ada cara positif yang biasa dilakukan oleh introvert dalam menghadapi suatu masalah, seperti berikut:

Pertama, tidur atau istirahat.

Setelah memendam masalah yang menguras emosi biasanya tubuh merespons menjadi mudah lelah. Tak heran jika ada orang yang mudah sekali mengantuk bisa jadi karena stres yang ia alami. 

Pada laman sleepcore.com yang berjudul How Does Sleep Reduse Stress menerangkan bahwa tidur adalah pereda stress yang ampuh, kita dapat memecahkan masalah dengan baik ketika punya waktu tidur yang cukup dan sebaliknya, kurang tidur dapat mengurangi energi dan kejernihan mental. 

Maka dengan istirahat dan tidur sejenak dapat melupakan masalah yang ada. Tapi memang tidak boleh berlebihan karena bisa menyebabkan gangguan tidur yang biasa disebut hypersomnia atau tidur yang berlebihan. 

Kedua, luapkanlah emosi pada hal yang disukai.

Di antara kita pasti mempunyai hobi yang mana kita merasa senang dan bersemangat saat melakukannya, bahkan rela meluangkan waktu berjam-jam. Jika kamu orang introvert yang tidak mau berbagi masalah kepada orang lain, ini adalah salah satu cara efektif untuk meredakan stres. 

Misalnya seseorang yang mempunyai hobi bercocok tanam bisa mengalihkan pikiran kacau mereka dengan melakukan planting atau merawat dan menanam tanaman. 

Dikutip dari buku How to Reduce Stress: 101 Ways to Reduce Stress karangan Asha Thorat diterangkan, bahwa berkebun dapat membantu meredakan stres, bersatu dengan alam dengan menggali tanah untuk berkebun adalah hal tersimpel untuk meredakan stres. 

Pun dengan hobi lain seperti orang yang hobi dalam bermusik, bisa meluapkan emosi mereka dengan bermain musik atau bernyanyi. Begitu pun dengan hobi lainnya yang dapat mengeluarkan energi positif dalam diri.

Ketiga, bicarakanlah, setidaknya dengan satu orang.

    Seorang introvert tak sepenuhnya tidak ingin bercerita perihal masalahnya. Mereka hanya butuh waktu dan menghargai hal-hal yang bersifat pribadi. Mungkin ada satu atau dua orang yang sangat dipercaya, yang bisa membantu masalah mereka. Atau setidaknya seseorang sebagai pendengar, baik itu orangtua, saudara atau teman dekat. 

    Keempat, menulis.

Jika memang tidak punya teman sama sekali untuk berbagi cerita orang introvert bisa mencurahkan perasaan mereka lewat tulisan, bisa dalam bentuk diari, puisi, ataupun quotes

Menulis juga merupakan wadah untuk mengungkapkan perasaan, menuangkan ide dan salah satu cara positif untuk self healing. Hal-hal yang ditulis dari perasaan atau pengalaman pribadi biasanya menghasilkan tulisan yang indah dan bahkan sampai ke hati para pembaca. 

Kita bisa menulis dari mulai hal-hal simpel seperti bagaimana perasaan hari ini, nikmat apa saja yang kamu dapat hari ini yang membuatmu bersyukur bahkan masalah-masalah yang ada dalam hidup.

Kelima, berdoa atau mengadu kepada Tuhan.

    Dari semua bentuk self healing, berdoa dan memohon kepada Tuhanlah yang paling mujarab bagi semua manusia beragama. Hal terbaik bagi seorang introvert adalah yang biasanya pendiam dan tidak bisa jadi diri sendiri ketika berhadapan dengan manusia, justru kebalikannya ketika berhadapan dengan Tuhan. 

Mereka bisa menangis, menjadi sejujur-jujurnya manusia, mengakui kelemahan dan memohon bantuan pertolongan-Nya. Maka setelah itu kita akan menjadi lebih kuat dari energi keyakinan yang dimiliki. Bahwa seberat apapun masalah, Tuhan akan senantiasa memberi jalan untuk hamba-Nya. 

Memang selama manusia masih hidup hari-harinya akan dipenuhi masalah. Tergantung bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Mau disikapi dengan pikiran mumet atau stres atau karena masalah tersebut menjadikan kita manusia yang lebih kuat dan kreatif pada hal-hal yang kita sukai. (YH)