Mengapa Anak Laki-Laki Lebih Dekat Dengan Ibu?

Mungkin kita sering mendengar, ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa anak laki-laki akan lebih dekat dengan ibunya. Dan sebaliknya anak perempuan akan lebih dekat dengan ayahnya. Ungkapan ini sering kali dianggap akan menentukan sifat dan karakter pada anak itu nantinya. 

Oleh:
Hafid Adzam 

Pada dasarnya kedekatan anak terhadap orangtuanya adalah keniscayaan yang tak bisa dielakkan oleh semua orang. Terutama ibu yang sudah memiliki ikatan dengan anak yang dikandungnya. Baik anak laki-laki maupun anak perempuan, pada mulanya akan lebih dekat dengan ibunya dibanding dengan ayahnya. 

Kedekatan seorang ibu dapat kita lihat dalam pengasuhan terhadap anak-anaknya. Ibu senantiasa memberikan waktunya untuk menjaga anak-anak. Bahkan sampai mengorbankan waktu tidurnya, untuk memastikan anak-anaknya tetap dalam pengawasannya.

Seperti yang ditulis dalam buku Ibu Bijak Menghasilkan Anak-Anak Hebat oleh Jenny Ghicara, sang ibu yang memberikan waktu bagi anaknya akan memiliki jam kerja yang lebih panjang dengan upah rendah, tetapi tidak pernah diperhitungkan. Rasanya kurang adil memang menghadapi peran seorang ibu. Ternyata, kedekatan ini akan terus berubah seiring dengan pertumbuhan anak yang bertambah dewasa. 

Lantas mengapa anak laki-laki akan cenderung dekat dengan ibunya?

Pertama, peranan pengasuhan ibu lebih banyak daripada ayah. Ibu akan memiliki waktu yang lebih lama bersama anak-anaknya dibanding dengan ayah. Keadaan ini dapat kita lihat ketika ibu mendampingi anaknya saat belajar. Biasanya ayah akan cenderung memberikan peranan ini kepada ibu, karena ibu adalah seorang guru bagi anak-anaknya, terutama anak laki-laki. 

Seperti yang ditulis dalam buku Malaikat Itu Bernama Ibu oleh Muhammad Taufik, dalam dunia anak, ibu adalah sumber dan gudang ilmu. Pada seorang ibu terdapat banyak pengetahuan dan pengalaman hidup. Sejak dalam buaian ibu, bahkan semenjak dalam kandungan, seorang anak tanpa meminta akan mendapatkan hak pendidikan. Alasan pertama ini, akan membuat anak laki-laki semakin dekat dengan ibunya.

Kedua, hubungan emosional ibu terhadap anak laki-laki lebih kuat dari pada ayah. Anak laki-laki biasanya akan memilih menceritakan sesuatu terkait dirinya kepada ibu. Karena dia tahu ibu akan memberikan saran atau setidaknya menjadi pendengar ceritanya.

Ibu akan memberikan kenyamanan dan kekuatan mental ketika anak laki-lakinya sedang lemah. Berbeda dengan ayah, anak laki-laki akan sungkan bercerita kepada ayah. Karena ayah biasanya kurang memahami suasana batin dan kenyamanan anak laki-laki.

Ketiga, ibu selalu menerapkan disiplin kepada anak laki-lakinya berdasar kompromi. Anak laki-laki senantiasa memiliki sifat untuk selalu bisa mewujudkan apa yang dia inginkan, walaupun dengan berbagai cara. Dalam mewujudkan keinginannya ini, terkadang menimbulkan masalah. 

Di sinilah peran ibu yang berbeda dengan ayah. Ibu selalu mengedepankan kompromi dalam menerapkan disiplin anak laki-lakinya atas apa yang telah dilakukannya. Sedangkan ayah akan memaksakan konsekuensi secara langsung tanpa berkompromi.

Keempat, ibu selalu mengutamakan kebutuhan anak laki-lakinya. Ketika anak laki-laki membutuhkan sesuatu, biasanya mereka akan memberitahu ibu terlebih dahulu. 

Karena mereka tahu bahwa ibu akan berusaha untuk memenuhi apa yang dia butuhkan. Tindakan yang dilakukan ibu untuk selalu memenuhi keinginannya, membuat anak laki-laki semakin nyaman dekat dengan ibu.

Kelima, ibu selalu memperhatikan kesehatan anak laki-lakinya. Sesuatu yang wajar ketika seorang ibu khawatir ketika anak-anaknya sakit, terutama anak laki-laki. 

Biasanya anak laki-laki akan canggung untuk mengatakan bahwa dirinya sedang sakit. Tetapi ibu bisa mengetahui jika anak laki-lakinya sakit, tanpa diberitahu sebelumnya. Ibu akan memastikan selalu dekat dengan anak laki-lakinya sampai merasa anaknya pulih kembali.

Keenam, ibu selalu menjadi penggemar utama bagi anak laki-lakinya. Ibu memiliki suatu keyakinan bahwa anak laki-lakinya akan berhasil pada suatu saat nanti. 

Ketika seorang anak laki-lakinya mengalami kegagalan, ibu tidak akan memarahinya. Justru ibu memberikan semangat, agar anak laki-lakinya bisa bangkit kembali. 

Suatu kebanggaan bagi seorang ibu ketika melihat anak laki-lakinya berhasil. Ibu akan selalu menceritakan kepada semua orang, bahwa anak laki-lakinya berhasil layaknya sebagai penggemar utama.

Pada dasarnya baik ayah maupun ibu akan memberikan kasih sayang penuh kepada anak laki-lakinya. Tetapi karena hubungan emosional yang lebih kuat dengan ibu, menyebabkan anak laki-laki lebih dekat dengan ibu dibanding ayah. (FUH)