Ini Pertanda Kita Dicintai Oleh Allah

Pada dasarnya hakikat kehidupan adalah bertumbuh. Pengalaman itulah yang terjadi pada setiap insan di dunia ini, dari mereka lahir sampai remaja, dewasa, hingga menjadi tua. Itu baru bertumbuh secara biologis dan setiap orang pasti akan mengalaminya tidak bisa dihindari.

Penulis ;
Nur Fathia Andina

Nah, di sini yang akan dibahas adalah hakikat hidup yang sesungguhnya. Tentunya kita tidak ingin menjadi manusia yang tidak berkembang, tidak mempunyai ilmu, dan stuck di kondisi yang sama belaka. Perubahan di sini yang dimaksud adalah perubahan ke arah yang lebih baik.

Hidup adalah pilihan. Dan pilihan tersebut kembali kepada masing-masing individu, tidak bisa diwakili ataupun ditentukan oleh orang lain. Bahkan akan tiba masanya bagi seorang anak memiliki tanggung jawab terhadap hidupnya, tidak bisa terus mengandalkan orangtuanya.

Dalam Islam, manusia diciptakan oleh Allah tidak lain untuk beribadah. Untuk apa kita beribadah? Untuk memperbanyak bekal amal saleh kita di dunia menuju akhirat. Karena sesungguhnya kehidupan abadi adalah yang di akhirat.

Jadi, jika ada manusia yang tidak ingin beribadah berarti sudah keluar dari esensi penciptaannya. Ini tak akan terjadi andai saja manusia tahu bahwasanya hidup di dunia hanyalah sementara dan dunia ini adalah ujian.

Solusinya adalah hijrah! Kenapa? Karena dengan berhijrah kita akan meraih kondisi yang lebih baik. Bersama hijrah kita akan mewujudkan esensi penciptaan sebagai hamba Allah.

Hijrah itu bukan bertujuan menjadikan diri kita lebih baik dari orang lain, tapi menjadi lebih baik dari diri kita sendiri. Itulah yang harus ditekankan dalam tekad kita.

Ketika seseorang memutuskan untuk hijrah, berarti dia sudah mengambil pilihan yang tepat. Dalam proses hijrah memang tidaklah mudah, pasti akan banyak sekali cobaan dan ujian yang akan kita hadapi. Akan banyak yang membuat kita berpikir, “Kok saya hijrah jadi gini yah? Kenapa tidak sesuai ekspektasi?”

Tidak usah khawatir, namanya juga proses. Itulah hakikatnya, ketika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan mengujinya. Jangan jadikan ujian itu sebagai penghambat kita untuk berhenti berhijrah. Teruslah berdoa kepada Allah agar kita senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran.

Percayalah, ketika terbersit keinginan berubah menjadi lebih baik, disitu kita sedang mendapatkan anugerah yang tertinggi, pertanda kita sedang dicintai oleh Allah. Jadi, jangan gadaikan cinta Allah dengan dunia, karena itu tidak akan ada tandingannya.

 “Aku ingin hijrah tapi takut tidak istiqamah.” Bagaimana dengan ungkapan ini?

Jangan pernah menunda untuk berubah dengan alasan kita takut tidak istiqamah. Karena umur tidak ada yang tahu, boleh jadi kematian itu sudah dekat, jadi untuk apa kita masih menunda untuk berhijrah?

Salah satu kuncinya agar kita istiqamah adalah dengan ilmu. Dan ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i atau agama.

Dalam buku Terus Memperbaiki Diri, Endang Koswara menjelaskan tentang ilmu, mau dunia butuh ilmu, mau akhirat perlu ilmu, dan mau keduanya juga butuh ilmu. Ayat yang pertama turun pun tentang ilmu. Ilmu mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam agama Islam, karena segala sesuatunya memerlukan ilmu.

Demikian pula dalam berhijrah, bekalilah diri kita dengan ilmu-ilmu yang membuat kita semnagat dalam berhijrah. Inilah bekal yang amat penting kita persiapkan demi meraih kehidupan yang lebih baik. (Aini)