Episode 217: Jadi Penasaran Kurban di India

Ini nih yang paling bikin orang-orang penasaran. Kalau bicara Idul Adha di India, cara kurbannya bagaimana ya? Maksudnya bukan tata cara penyembelihan, melainkan tentang hewan kurbannya yang menarik perhatian. 

Penulis:
Nuur Taufiqoh

Bukankah sapi amat dimuliakan di India? Simak disini kisahnya ya!

Hari Raya Kurban atau biasanya dikenal sebagai Idul Adha merupakan salah satu hari besar bagi umat Islam. Pada hari mulia tersebut umat muslim melakukan kurban dengan cara menyembelih hewan. Beberapa hewan yang biasa digunakan untuk berkurban ialah unta, sapi, kerbau, dan juga kambing. 

Di Indonesia, saat ingin melakukan kurban, maka kita akan memberikan hewan kurban ke masjid-masjid, sekolah, atau yayasan. Lalu ketika proses kurban telah selesai, maka daging tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar. 

        Lalu bagaimana dengan di India? Nah, untuk perayaan Idul Adha di India juga meriah, karena bagian dari hari besar dan semua kegiatan diliburkan. Pada hari Idul Adha menjadi tanggal merah di kalender sebagai penghormatan terhadap penganut Islam.

Kemeriahan akan terasa di daerah-daerah yang dihuni banyak umat muslim, seperti Aligarh, New Delhi, Kolkata, Kashmir, Rampur, Gujarat, Amritsar dan lain-lain.  Kalau mau menyaksikan kemeriahan perayaan Idul Adha, maka berkunjunglah ke daerah-daerah itu.

Pelaksanaan kurban dilakukan setelah shalat Idul Adha sama seperti halnya di Indonesia. Sejauh pengamatan atau dari pandangan mata, hewan kurban yang dijual atau disembelih terang-terangan adalah kambing. Tetapi kalau ada muslim India yang menyembelih sapi, kemungkinan itu sembunyi-sembunyi. 

    Akan tetapi hewan yang digunakan untuk berkurban di India biasanya kambing. Hal ini terjadi karena sapi sendiri dianggap suci oleh mayoritas warga India yang penganut agama Hindu. Selain itu penjualan sapi di India juga amat dibatasi, yang kadang bisa kita temukan di India bagian utara.

Kita harap maklum, jangan sampai acara menyembelih kurban nantinya berujung bentrokan massal. Begitulah kearifan yang ditegakkan, dalam rangka menjaga toleransi. Sebagaimana muslim di Bali tidak akan azan memakai pengeras suara dan tidak menyalakan lampu, demi menghormati umat Hindu yang lagi merayakan Nyepi.

    Karena di India sapi begitu dihormati, maka atas nama toleransi kaum muslimin juga menjaga perasaan penganut Hindu. Toh tanpa menyembelih sapi pun muslim India masih bisa berkurban Idul Adha. 

Ada masjid bersejarah di Delhi, yaitu Jama Masjid. Di depannya terhampar Meena Bazaar, sebuah pasar tradisional yang senantiasa semarak. Nah, berkunjunglah menjelang Idul Adha kesana. Kita akan menemukan banyak sekali pedagang kambing yang membuat suasananya makin meriah. 

Tentunya suasana ini juga terlihat di daerah-daerah lainnya, beberapa hari sebelum Idul Adha, banyak sekali pedagang yang menjual kambing-kambingnya di pinggiran jalan. Bedanya sama Indonesia, tak jarang hewan dagangan mereka ikut serta menimbulkan kemacetan. 

Jadi, jika sehari-hari sapi yang sering menjadi raja jalanan, maka saat Idul Adha giliran kambing atau domba yang jadi rajanya. Itu menjelang mereka disembelih ya!

Uniknya lagi, para pedagang ayam juga ikut-ikutan meramaikan hari raya kurban. Lho! Ada apa ya? Apa ada yang kurban ayam?

Ternyata tidaklah demikian.

Jika hari-hari biasa mereka hanya menjual ayam, maka saat mendekati Idul Adha mereka juga merangkap menjadi penjual kambing. Pedagang itu jeli menangkan momentum meraup keuntungan.

Apakah mahasiswa bisa berkurban ?

Tentu bisalah, asalkan mampu ya siapapun dapat berkurban.

Akan tetapi lain ceritanya kalau sudah terkait dengan biaya maka hitung-hitungan mahasiswa akan lebih ketat tentunya.

Dulu ada mahasiswa  asal Indonesia berkata, “Alhamdulillah justru lagi di India saya bisa berkurban.”

Jadi seumur hidup niatnya berkurban terwujud ketika berada di India, bukan saat berada di Tanah Air. Apakah dirinya mendadak tajir?

Tidak juga begitu.

Harga kambing di India terbilang murah dibandingkan dengan harga di Indonesia. Dengan uang 5.000 Rupees atau sekitar Rp 1.000.000 kita sudah mendapatkan satu ekor kambing yang sehat dan cakep. 

Karena murahnya daging kambing inilah yang membuat beberapa warga Indonesia juga ikut melakukan kurban di India. Para mahasiswa asal Indonesia pun tak ketinggalan turut berkurban dengan lebih dulu berjuang menyisihkan uang saku mereka.

Biasanya orang-orang Indonesia berkurban di India melalui KBRI. Namun banyak juga yang berkurban berbaur langsung dengan muslim India, dan menyalurkan kepada masyarakat setempat.

Ternyata ada juga hikmahnya menuntut ilmu ke negeri Hindustan, karena harga yang murah membuat peluang berkurban lebih terbuka. Akan tetapi pastinya berkurban itu berhubungan dengan niat ya, supaya lebih sungguh-sungguh berupaya mewujudkan niat berkurban itu.  (Nuur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *