Begini Sejarah Kurban yang Mengejutkan

Sebetulnya ritual kurban sudah dikenal di berbagai agama, kepercayaan atau tradisi jauh sebelum Allah menurunkan Islam ke dunia ini. Jadi, buat apa sih Islam juga mengadakan ibadah kurban?

Penulis:
Tiara Rizki Melala Toa

    Tentunya bukan untuk meniru-niru lho! 

Karena ternyata kurban dalam agama Islam merubah total praktik keliru dalam kepercayaan sebelumnya. Supaya kita lebih paham mari dipelajari dulu sejarah yang berikut ini:

    Sejak lama orang-orang Mesir mengorbankan gadis cantik untuk sungai Nil. AlGhazali pada buku Amru Al-Asy Pembuka Mesir menceritakan, tatkala Islam menguasai Mesir, maka penduduknya berkata, “Gadis itu dikorbankan khusus kepada Sungai Nil. Masyarakat Mesir mengamalkannya supaya Sungai Nil tidak merajuk dan terus mengairi tanaman kami.”

Amru bin Ash membantah tindakan itu dengan berkata, “Sesungguhnya dalam Islam tidak ada tradisi syirik seperti itu. Kedatangan Islam menghancurkan amalan jahiliyah yang menduakan Allah.”

    Maka agama Islam yang datang membebaskan Mesir dari praktik kejam mengorbankan manusia, yang ditenggelamkan ke sungai Nil. Karena dalam agama suci ini bukan manusia yang dijadikan korban.

    Tampaknya praktik mengorbankan manusia telah menyebar ke berbagai pelosok dunia. Hal ini yang diterangkan oleh M Quraish Shihab dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad: Dalam Sorotan Al-Quran dan Hadis-Hadis Shahih:

Suku Aztec di Meksiko mempersembahkan jantung dan darah manusia untuk Dewa Matahari. Orang-orang Viking di Eropa Timur mempersembahkan pemuka agama mereka kepada Dewa Perang, yang mereka namai “Odion.” Di Kan’an, Irak, bayi dipersembahkan kepada Dewa Ba’al. 

    Dapatkah kita membayangkan darah bahkan jantung manusia dikorbankan? Betapa ngerinya mengorbankan bayi-bayi yang tak berdosa itu! Tegakah kita membiarkan hal itu terus terjadi?

    Syukurlah Islam didatangkan Allah ke muka bumi ini. Segala pengorbanan berupa manusia ditiadakan. Dengan begitu kita tidak perlu menyaksikan kejadian sadis pengorbanan manusia. 

Maka sekarang kita dapat berperan dalam kurban di Idul Adha, terutama ikut serta berkurban. Tetapi kalau belum bisa, maka berdoalah untuk mereka yang telah berkurban dan berdoa pula agar kita nantinya bisa ikut pula berkurban, amin. 

Tetapi tolong dingat-ingat ya! Jangan pernah mengorbankan manusia, apalagi kalau sampai korban perasaan ya! Karena manusia itu makhluk yang dimuliakan. (RN)