Idul Adha dan Akhlak Terhadap Hewan Kurban

Idul Adha dikenal dengan ibadah yang khas, yaitu penyembelihan hewan kurban. Sekalipun sudah biasa terjadi setiap tahunnya, akan tetapi perlu dipahami betapa Nabi Muhammad menjaga akhlak mulia. 

Penulis:
Rina Novia

    Sekalipun hewan kurban itu akan disembelih, namun perlakuan baik terhadap makhluk Tuhan itu tetap diperhatikan. Islam adalah rahmat bagi alam semesta, Oleh sebab itu binatang pun mestilah mendapatkan hak-haknya.

    Lantas bagaimana perlakuan yang baik terhadap hewan kurban? Berikut ini kisah yang termuat di dalam kitab Shahih Muslim

Tibalah hari penyembelihan hewan kurban dan Rasulullah menyuruh Aisyah mengambil dua ekor domba. Hewan yang akan dikurbankan itu bertanduk dan kakinya berwarna hitam. Dan di kedua matanya terdapat belang hitam. 

Kemudian kedua hewan itu diserahkan kepada Nabi Muhammad untuk disembelih.

Rasul bersabda, “Wahai Aisyah, bawalah pisau kemari.” 

Setelah diserahkan oleh Aisyah, terlebih dulu Nabi Muhammad memeriksa ketajamannya. Rupanya pisau itu masih kurang tajam, jika dipakai menyembelih akan membuat domba kesakitan. Pisau yang kurang tajam akan membuat kematiannya menjadi lambat.

Maka beliau berkata, “Asahlah pisau ini dengan batu!” 

Lantas Aisyah mengasahnya hingga sangat tajam lalu menyerahkan kepada Rasulullah. 

Beliau pun membaringkan domba dan mulai menyembelihnya. Lalu Rasul berdoa, “Dengan nama Allah! Ya Allah, terimalah ini dari Muhammad, dan umat Muhammad.”

Rasulullah tidak mau menyiksa binatang. Sekali pun hewan kurban akan disembelih tapi tetap dijaga agar tidak menderita. Beliau menggunakan pisau yang tajam, supaya hewan itu lekas mati dan tidak lama kesakitan. 

Kurban adalah ibadah yang mulia, karena menggambarkan kerelaan kita dalam berkorban. Daging dari binatang kurban dapat dinikmati oleh fakir miskin. Ibadah ini amatlah besar pahalanya. 

Namun dalam mengerjakan amal baik hendaknya juga memperhatikan ahklak yang baik pula. Meskipun terhadap binatang, kita tidaklah boleh membuatnya menderita. Oleh sebab itu proses penyembelihannya haruslah memperhatikan akhlak mulia seperti yang diajarkan oleh Rasulullah. 

Dari kisah ini kita hendaknya makin menyadari pentingnya untuk tidak menyakiti binatang. Nah, dari sini muncul pertanyaan, hewan saja tidak boleh disakiti, apalagi manusia kan?

Dengan demikian kita mendapatkan hikmah besar dari Idul Adha, yaitu kasih sayang. (YL