Episode 215: Nasib Mengejutkan Hewan- Hewan di India; Dari yang Brutal Hingga yang Malang

Jenis hewan yang sama bukan berarti tidak ada kisah menariknya lho! Apalagi di India, yang mana sejumlah binatang mendapat perlakuan khusus, bahkan dimuliakan melebihi manusia.

Penulis :
Nuur Taufiqoh Fithriyyah

Sejauh ini orang-orang memandang sapi adalah binatang yang amat dimuliakan di Hindustan. Memang benar, akan tetapi bukan hanya sapi, binatang-bintang tertentu mendapat perlakuan yang luar biasa.

Dari itu, kita sebagai orang asing perlu bersikap hati-hati. Di India ini banyak binatang berkeliaran dengan bebas. Meskipun terkadang menjengkelkan, tetapi jangan sampai kita mengganggu, kendati mereka itu binatang. Karena perlakuan buruk kita terhadap hewan akan menimbulkan masalah dengan masyarakat India. 

Nah, biar tidak penasaran, mari disimak yang berikut ini:

 Pertama, burung; mungkin beberapa dari kita menganggap binatang ini cukup biasa, karena di Indonesia toh kita juga dapat melihatnya. Lantas apa bedanya dengan India ya?

Dari pengamatan kami, di India ini populasi burung liarnya cukup banyak. Di sini terlihat betapa mereka amat menghormati burung. Di kampus JNU (Jawaharlal Nehru University) di kota Delhi, akan banyak sekali ditemukan burung merak atau sejenisnya yang berkeliaran bebas. Indah sekali memandang bulu-bulunya yang menakjubkan itu.

Bagaimana dengan di Aligarh?                                        

Di sini yang banyak ditemukan di antaranya, yaitu burung gagak. Jika kami melihat pohon di sekitar lingkungan, maka disitu terdapat burung gagak bahkan sarangnya. Suaranya yang khas seakan memberi kita tanda bahwa itu juga tempat mereka.

Hal ini tentu unik, dengan adanya suara burung gagak, membuat kami seakan tinggal di hutan. Dan bagi pecinta alam, suasana begini mungkin jadi impiannya. Akan tetapi apakah hubungan kami harmonis dengan bangsa burung itu?

Namun ada cerita dari salah satu teman pelajar asal Indonesia juga. Kala itu dia sedang pergi menuju kampus menggunakan sepedanya. Lingkungan kampus Aligarh Muslim University memang dijejali oleh banyak pepohonan yang rimbun. Tentunya menjadi tempat idaman bagi banyak burung tentunya.

Saat sedang syahdu menggowes sepedanya di pagi hari, seekor burung gagak tiba-tiba datang mencakar pundaknya. Serangan mendadak itu membuat teman terkaget-kaget. Memangnya dia salah apa?

Beruntungnya teman itu tidak mendapatkan luka akibat serangan dadakan gagak tersebut. Dari itu kita perlu berhati-hati saat berkunjung ke India apalagi berjalan di bawah pepohonan. Mungkin juga kita dikira santapan he he he!

Eh, mau tebak-tebakan gak?

Gagak yang burung pemangsa bangkai, dan tahu sendiri aroma bangkai kayak apa? Oke silahkan diterka ya apa maksudnya, hi hi hi!

Kedua, sapi; mungkin ini sudah tidak asing lagi, karena penduduk India yang mayoritas beragama Hindu percaya bahwa sapi adalah dewa mereka. Oleh karena itu, kita dapat melihat sapi berkeliaran bebas di jalanan bahkan dimana saja.

Sapi-sapi ini juga kerap kali membuat kemacetan. Lha, mereka pada nongkrong di tengah jalan. Kalau di tempat lain sapi-sapi itu mungkin sudah dipukuli. Namun para pengguna jalan India tidak banyak berkutik, paling hanya menyalakan klakson agar sapi-sapi tersebut berkenan pindah tempat.

Jika malam hari datang, khususnya musim dingin, sapi-sapi ini akan berkumpul menjadi satu rombongan. Uniknya sapi-sapi itu akan menghampiri para pedagang chai pinggir jalan, seakan memberi isyarat untuk memberi mereka makan.

Mirisnya, beberapa dari sapi di sini kerap kali mencari makan di tumpukan sampah. Barangkali karena jarangnya tanaman di sini, hanya ada pepohonan yang daunnya sulit untuk dijangkau. Mungkin juga karena populasi sapi yang terlalu banyak.

Ketiga, monyet; binatang ini salah satu yang paling liar di India, dan juga yang membuat kami takut, khususnya di musim dingin. Kenapa? Makin dingin suhu, emosi monyet-monyet itu malah makin panas. Dan kebiasaan lainnya, monyet-monyet itu seringkali datang membawa rombongan, tidak berani satu lawan satu.

Kenapa rombongan monyet ini mendatangi rumah-rumah? Harusnya monyet kan hidupnya di hutan, di sana makanan mereka tersedia. Nah, kini mereka hidup di kota Aligarh, kemana lagi hendak mencari makan?

Akibatnya rombongan monyet itu juga suka mencuri makanan para pedagang kaki lima. Pokoknya ada terlihat makanan langsung disambar. Mereka tidak sungkan menerobos masuk ke dalam rumah, khususnya rumah di lantai atas yang mudah dimasuki dari pepohonan.

Pernah suatu kali kejadian, kami lupa mengunci pintu dapur. Dari arah balkon rumah, tiba-tiba rombongan monyet datang. Mereka pun memporak-porandakan dapur kami tercinta. Hiks!

Kendati menjengkelkan dan merugikan ulah-ulah mereka, akan tetapi masyarakat India seperti tidak berdaya menghadapi monyet. Alasan mengapa monyet berkeliaran ialah karena mereka dianggap sebagai jelmaan dari Hanoman, salah satu dewa bagi umat Hindu.

Keempat, anjing; jika di Indonesia kita sering menemukan kucing, maka di sini teman-teman dapat melihat banyak sekali anjing berkeliaran. Namun untuk orang yang takut dengan anjing tidak perlu khawatir. Karena anjing di sini tidak ganas, malahan mereka takut terhadap manusia.

Ini juga mengherankan, karena begitu kami datang anjing-anjing akan langsung ketakutan. Memangnya kami ini apa? Apa kami menyeramkan? Kami kan cakep-cakep saja kan, he he.

Tapi kenapa anjing seperti binatang yang kalah mental begitu ya? Amat penakut, belum digertak sudah kabur.

Sebenarnya ada alasan menyedihkan dibalik takutnya anjing-anjing India kepada manusia. Karena anjing-anjing di sini kerap kali menerima kekerasan, seperti dipukul atau ditendang oleh warga.

Cukup sedih sih terkadang melihat nasib anjing. Kenapa perlakuan terhadap mereka dibedakan dari binatang lainnya ya? Ada yang tahu gak? (Nuur)