Belum Terlambat Untuk Hijrah

Hijrah itu bukan hanya berpindah tempat, tetapi hakikat sebenarnya adalah berpindah kehidupan menuju yang lebih baik. Termasuk di dalam hijrah itu adalah berpindah dari murka Allah menuju keridaan-Nya hingga kita memperoleh surga-Nya. 

Penulis:
Nur Fathia Andina

    Jadi kapan saat yang tepat untuk hijrah?

Ya, sekarang ini. Kita dapat berhijrah sesegera mungkin, agar bisa meninggalkan keadaan yang buruk menuju kehidupan yang dinaungi rahmat Allah.

Memang banyak sih yang mau berhijrah, akan tetapi tidak banyak juga yang tahu bagaimana caranya.  Berikut ini adalah tips bagi yang ingin berhijrah:

Pertama, mohon ampun atas kesalahan dan keburukan. 

Semua orang di dunia ini pasti pernah berbuat salah dan tidak luput dari dosa. Tapi yang membedakannya adalah orang yang mau bertaubat akan kesalahannya di masa lalu dan mau bertaubat. Maka inilah orang yang akan mendapatkan kemenangan. 

Inilah yang paling penting kita lakukan, karena taubat akan menghasilkan kesadaran diri untuk berhijrah, menuju arah yang lebih baik. Jangan sampai ketika memutuskan untuk berhijrah, kita malah kembali lagi kepada masa-masa jahiliyah dahulu.

Maka bertaubatlah! Jangan pernah berputus-asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan menerima taubat bagi siapa saja yang mau memperbaiki diri. 

Sebagaimana dikutip dari buku Terus Memperbaiki Diri karya Endang Koswara, ternyata Ibnu Katsir telah membuat syarat-syarat taubat, yaitu:

a). Taubat dilakukan dengan ikhlas, bukan karena makhluk atau urusan duniawi.

b). Menyesali dosa yang telah dilakukan sehingga ia pun tidak ingin dan tak akan mengulanginya kembali. 

c). Tidak terus-menerus berbuat dosa. Maksudnya apabila ia melakukan keharaman, maka ia segera tinggalkan dan apabila ia meninggalkan suatu wajib, maka ia kembali menunaikannya. Dan jika berkaitan dengan hak manusia, maka ia segera menunaikannya dan meminta maaf.

d). Bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa akan datang. Karena jika seorang masih bertekad untuk mengulanginya, itu pertanda bahwa ia tidak benci pada maksiat.

e). Sebaiknya taubat dilakukan pada waktu diterimanya taubat, yaitu sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat. 

Kedua, luruskan niat.

Ini hal yang amat penting, kenapa? Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepda Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. (HR. Bukhari & Muslim)

Agar hijrah kita berhasil dengan gemilang, maka luruskanlah niat terlebih dahulu. Niat yang benar akan mengantarkan kita kepada hijrah yang benar pula.

Ketiga, tingkatkan ibadah. 

Ketika seseorang sudah bisa meningkatkan kualitas ibadahnya, dia tidak akan ada waktu lagi untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna, apalagi melakukan maksiat. 

Dengan demikian, dia akan fokus memperbaiki ibadahnya. Bahkan hidupnya disibukkan dengan amalan-amalan baik, karena segala kebaikan itu bernilai ibadah dan mendapat ganjaran pahala.

Keempat, jangan ditunda.

Jika tidak sekarang kapan lagi? Kita tidak tahu kapan ajal itu akan datang, boleh jadi besok atau malah sebentar lagi. Dan hijrah itu kan tergolong amalan baik, dari itu tidak patut ditunda-tunda. Maka mulailah dari sekarang dan mulai dari diri sendiri. 

Sebagaimana dijelaskan juga dalam buku Habis Hijrah Terbitlah Berkah oleh Andri Asiawan Aziz, sifat menunda-nunda hanya akan membawa kerugian pada diri kita di dunia. Dan penyesalan lebih dalam nanti di akhirat. 

Kematian tidak akan pernah ditunda, ia datang kapan saja. Bayangkan jika kita mati dalam keadaan belum melakukan kebaikan apa pun, karena selama ini hidup kita penuh dengan menunda-nunda. Maka mulailah dari sekarang untuk berbuat kebaikan. Sebab, boleh jadi itu adalah amalan terakhir kita sebelum kita menghadap Allah.

Demikianlah, tidak ada kata terlambat untuk berhijrah, karena setiap orang perubahan yang terbaik bagi hidupnya. Dari itu hijrah yuk! (Aini)