Jangan Panik Dengan Psikosomatis!

Pikiran itu sangat mempengaruhi keadaan mental dan fisik apalagi kesehatan seseorang. Bahkan muncul istilah psikomatis, tentang kondisi mental yang menyebabkan sakit pada tubuh. Tentu saja psikosomatis ini sangat bahaya bagi pengidapnya. Begini contohnya:

Penulis:
Aini Purwo Yulia Herawati

    Seorang pesepakbola tiba-tiba mual muntah hingga langsung dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya mengkhawatirkan, orang-orang lebih khawatir lagi karena pertandingan final akan dimulai. Tanpa dirinya akan sangat sulit bagi tim meraih kemenangan, karena dia memang pemain top.

Penyakit apakah yang melanda dirinya?

Tidak ada penyakit di tubuhnya, akan tetapi dia mengalami psikosomatis, sakit mental yang menyebabkan memburuknya kondisi kesehatan tubuh. Tampaknya dia stres berat, karena banyak sekali yang berharap dirinya membawa tim itu juara. Beban batin itu pula yang tak kuasa ditanggungnya.

Akhirnya, pemain itu dapat ikut juga bertanding di babak final. Akan tetapi timnya kalah dan gagal mengangat piala kemenangan. Pemain yang terkenal hebat itu menurun kondisi mentalnya dan tubuhnya pun tidak prima untuk bertanding.

    Dengan kondisi mental seperti pikiran negatif atau emosi yang telah menumpuk seperti stres, depresi, kecemasan dan lainnya merupakan salah satu faktor utama yang memicu gangguan ini muncul.

Di antara kita mungkin pernah mengalami hal serupa. Jadi, psikosomatis tidak dapat dipandang remeh dan perlu segera diatasi. 

Bagaimana cara mengatasinya?

    Tidak perlu khawatir karena penyakit ini bukanlah tergolong penyakit yang permanen, alias bisa disembuhkan, namun memerlukan waktu yang tidak singkat. 

Dalam mengatasi psikosomatis ini, dokter tidak hanya berfokus pada pengobatan gejala fisik saja melainkan kondisi mental juga. Oleh sebab itu, setelah gejala fisik yang ditangani kemungkinan dokter akan merujuk pasien kepada psikiater. 

Adapun pengobatan yang akan dilakukan oleh psikiater sebagai berikut,  yang dikutip dari artikel Betterhelp pada laman https://www.betterhelp.com:

  • Cognitive Behavior Therapy (CBT)/Psikoterapi

Terapi pertama yang biasa diberikan yaitu dengan psikoterapi. Dimana terapis akan membahas tentang hubungan perilaku dan persepsi seorang pasien. Semua pikiran, perasaan dan pengalaman masa lalu sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang dan hal inilah yang bisa menjadi salah satu faktor penyebab psikosomatis. 

Terapis akan membantu kita untuk mengenali dan memahami gejala-gejalanya. Dan terapis akan memberikan cara mengatasi pemikiran yang negatif itu.

  • Grup Terapi

Di grup terapi pasien akan dibantu oleh sekelompok orang pendukung yang membantunya untuk menghilangkan rasa kesepian. Jika grup terapi ini kurang berhasil, biasanya seorang terapis akan menyarankan untuk melakukan meditasi, seperti yoga untuk mengurangi gejala psikosomatis.

Selain terapi di atas, seorang terapis juga biasanya akan memberikan resep antidepresi maupun antipsikotik.

    Kabar baiknya, psikosomatis ini bisa kita kenali dan lebih bagus lagi bila kita dapat mencegahnya. Jagalah kesehatan mental, maka tubuh kita pun akan terhindar dari psikosomatis. (RN)