Pemberontakan Remaja

Selain perkembangan yang positif, problematika remaja memang cukup mengkhawatirkan untuk setiap orangtua. Mengapa tidak? Jika orangtua mulai lengah maka seorang remaja akan mudah mengambil celah. 

Penulis:
Farrasa Uswatun Hasanah

Seperti yang diutarakan buku Perkembangan Remaja dan Problematikanya karya Maryam B. Gainau, bahwa masa remaja menjadi suatu pertentangan dan “pemberontakan” karena terlalu menitikberatkan ungkapan-ungkapan bebas dan ringan dari ketidakpatuhan.  

Dari itulah muncul kesan seolah fase remaja itu adalah masa pemberontakan, mereka inginnya bebas akan tetapi sering malah berujung bablas. Akibatnya, amat disayangkan ketika masa remaja nan indah itu malah tercoreng oleh hal-hal negatif, sebagai akibat dari salah pergaulan.

Pada kondisi begini terjadilah dilema, orangtua ingin membimbing anaknya agar tidak terjerumus pergaulan yang negatif, sementara remaja menuntut kebebasan. Lantas bagaimana mendamaikan dilema ini?

Baik itu remaja maupun orangtua perlu sama-sama mengetahui, memahami dan membicarakan, bagaimana caranya menjadi remaja yang positif dan terhindar dari pergaulan bebas? 

Nah, kalau sudah sama-sama paham dan membahasnya bersama-sama pula, maka padulah hati keduanya demi mencapai kondisi terbaik dalam melalui masa remaja nan indah itu. 

Menurut buku yang berjudul Remaja Positif yang ditulis oleh Saat Sulaiman diterangkan, bahwa memiliki sifat remaja yang positif akan membawa kita kepada hal yang positif juga. Ada beberapa sifat positif bagi remaja agar terhindar dari pergaulan bebas:

Pertama, bijak, adalah sifat yang cerdik, pandai dan pintar. Remaja positif perlu bijak. Definisi bijak yang dimaksud adalah seorang remaja harus bijak dalam membedakan sesuatu yang baik dan yang buruk.

Memang benar penjelasan di atas, seharusnya sifat bijak sudah dimiliki oleh remaja, supaya apa yang dia pilih sudah dipertimbangkan dari mulai manfaat dan risikonya. Karena bijak ini akan mempermudahnya dalam mengambil jalan yang benar. 

Kedua, berilmu. Remaja positif ialah remaja yang berilmu. Remaja yang memiliki ilmu dan mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan. Pada masa kini ramai remaja terlibat aktivitas negatif, bukan disebabkan tiada ilmu tetapi tidak tahu memanfaatkan ilmu.

Maka dari itu, ilmu bukan hanya dipelajari tetapi juga diamalkan. Karena jika remaja memiliki ilmu dan dimanfaatkan, maka apa yang dia lakukan akan berlandaskan sesuai ilmu yang dia punya baik dari orangtua maupun guru di sekolah.

Ketiga, memiliki jati diri. Dan jati diri adalah kekuatan kepada seseorang dalam menyeimbangkan akal, rohani dan jasmani. Remaja positif perlu memiliki jati diri yang kukuh dan kuat.

Di antara banyak remaja yang salah jalan itu ternyata memiliki lingkungan yang kurang sehat, pergaulan yang negatif, dikarenakan jati dirinya belum kukuh dan kuat. Mereka masih lemah dan mudah terbawa arus pergaulan bebas. 

Nah, tahapan-tahapan di atas akan menjadi pedoman yang menarik melalui masa remaja yang berkesan. Selamat mencoba! (APY)